Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Fiersa Besari Ungkap Kronologi Kematian Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono di Carstensz Pyramid

CC-01 by CC-01
3 Maret 2025
in Breaking News, Nasional
0
Fiersa Besari (dok. istimewa)

Fiersa Besari (dok. istimewa)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, TIMIKA – Musisi sekaligus pendaki Fiersa Besari menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua pendaki senior, Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Elsa Laksono, di Carstensz Pyramid (Puncak Jaya). Fiersa, yang saat ini juga sedang melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Indonesia itu, mengungkapkan kesedihannya melalui akun Instagram pribadinya, @fiersabesari, pada Senin (3/3/2025).

“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa dalam unggahannya.

Kronologi Tragedi di Carstensz Pyramid

Fiersa mengaku mendengar kabar meninggalnya Lilie dan Elsa saat berada di basecamp Yellow Valley (YV). Ia mengungkapkan rasa syok dan duka yang mendalam atas kejadian tersebut.

“Saat ini, saya dan Furky Syahroni baru tiba kembali ke Timika, Papua Tengah (3 Maret 2025) setelah tertahan di YV akibat cuaca buruk yang memengaruhi lalu lintas helikopter,” jelasnya.

Helikopter merupakan satu-satunya akses resmi menuju basecamp YV. Meski sempat terkendala cuaca, Fiersa memastikan bahwa kondisi kesehatannya dan rekan pendakinya dalam keadaan stabil.

Fiersa juga menceritakan kronologi lengkap terkait tragedi tersebut. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa rombongan pendaki di Carstensz Pyramid, termasuk timnya yang terdiri dari tiga orang dan tim Lilie serta Elsa yang beranggotakan empat orang (dengan tour operator berbeda).

“Kami baru mengetahui tragedi ini ketika tiba di basecamp YV pada 28 Februari pukul 22.48 WIT. Kabar resmi tentang kejadian ini kami terima pada 1 Maret sekitar pukul 04.00 WIT,” ujarnya.

Evakuasi dan Kondisi Medan yang Menantang

Fiersa mengungkapkan bahwa selain Lilie dan Elsa, ada tiga korban lain yang sempat terjebak di area tebing. Ketiganya berhasil dievakuasi oleh relawan lokal dan internasional pada 1 Maret 2025.

“Kaget dan sedih, tapi bersama orang-orang di YV, kami mengontak korban yang terjebak menggunakan HT agar mereka tetap merespons. Alhamdulillah, ketiganya selamat meski sempat dalam kondisi kritis,” kata Fiersa.

Ia juga menjelaskan tantangan pendakian di ketinggian di atas 4.000 MDPL, terutama dalam cuaca buruk. Pendaki tidak boleh terlalu lama diam karena rentan terkena hipotermia. Medan tebing curam dengan ketinggian sekitar 600 meter menambah risiko pendakian. Basecamp YV sendiri berada di ketinggian 4.200 MDPL, sementara Puncak Jaya mencapai 4.884 MDPL.

Permintaan Fiersa untuk Publik

Fiersa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi dan pendakian. Ia juga meminta masyarakat untuk menghormati keluarga dan kerabat yang berduka dengan tidak memberikan komentar yang tidak pantas.

“Mohon semua pihak menahan diri untuk tidak memberikan komentar nirempati dan memberikan ruang bagi keluarga yang berduka,” pesannya.(CC-01)

Tags: basecamp Yellow ValleyCarstensz PyramidElsa Laksonoevakuasi pendakifiersa besarihipotermiaLilie Wijayanti Poegionopendaki seniorPuncak Jayatragedi pendakian.
Previous Post

Bukan Bunuh Diri, 2 Warga Blora Tewas Usai Tenggak Minuman Beracun Hasil Racikan Kerabatnya

Next Post

Dirut Pertamina Simon Aloysius Sebarkan Nomor WA Pribadi, Menerima Keluhan Soal BBM

Related Posts

Menteri Karding dan Raja Juli main domino dengan pelaku pembalakan hutan (dok. istimewa)
Nasional

Menhut Raja Juli Proses Cabut Izin 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan

2 September 2026
Ferry Juliantono, Menteri Koperasi RI. (dok. Kemenkop)
Nasional

Menkop Ferry Juliantono Luruskan Anggaran Rp103 Miliar, Bukan Khusus untuk Podcast

2 September 2026
Jaksa Agung ST Burhanuddin (dok. istimewa)
Breaking News

HUT ke-81 Kejaksaan, ST Burhanuddin: Saatnya Kita Bangkit Bersama

2 September 2026
YE Live in Jakarta 2026 digelar 24 Oktober di GBK. (dok. istimewa)
Nasional

YE Live in Jakarta 2026, Konser Perdana Kanye West di Indonesia Digelar di GBK

24 Agustus 2026
Next Post
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri (dok. istimewa)

Dirut Pertamina Simon Aloysius Sebarkan Nomor WA Pribadi, Menerima Keluhan Soal BBM

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Menhut Raja Juli Proses Cabut Izin 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan
  • Menkop Ferry Juliantono Luruskan Anggaran Rp103 Miliar, Bukan Khusus untuk Podcast
  • HUT ke-81 Kejaksaan, ST Burhanuddin: Saatnya Kita Bangkit Bersama
  • YE Live in Jakarta 2026, Konser Perdana Kanye West di Indonesia Digelar di GBK
  • BNI Buka Presale Tiket Konser Andrea Bocelli, Ada Diskon hingga 20 Persen

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved