Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Polri Sangar Tetapkan 2 Tersangka Petinggi Kejaksaan, Apa Kabar Kelanjutan Kasus Firli Bahuri?

Panduga by Panduga
12 Juli 2026
in Breaking News, Nasional
0
Syahrul Yasin Limpo bersama Firli Bahuri (dok. istimewa)
0
SHARES
20
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat sejarah dengan menetapkan dua petinggi lembaga penegak hukum sebagai tersangka dugaan korupsi dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Mereka adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada 2023 dan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada 2026.

Meski demikian, penetapan tersangka tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai kepastian hukum. Pasalnya, perkara Firli Bahuri hingga kini belum juga memasuki tahap persidangan meski hampir tiga tahun berlalu sejak status tersangkanya diumumkan.

Kasus Firli Bahuri Belum Tuntas

Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 22 November 2023 dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Ia dijerat Pasal 12 huruf e, Pasal 12B, dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Namun hingga pertengahan 2026, perkara tersebut belum juga dinyatakan lengkap (P-21). Berkas penyidikan beberapa kali dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta karena dinilai belum memenuhi petunjuk jaksa (P-19).

Kejati DKI pertama kali mengembalikan berkas pada 28 Desember 2023. Setelah penyidik menyerahkan perbaikan pada Januari 2024, jaksa kembali mengembalikannya pada awal 2025.

Bahkan pada 7 Agustus 2025, Kejati DKI mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) karena petunjuk jaksa tidak dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan. Kondisi tersebut membuat proses administrasi perkara kembali ke tahap awal.

Hingga kini, Firli Bahuri juga belum pernah menjalani penahanan meski telah menyandang status tersangka selama hampir tiga tahun.

Gugatan Praperadilan

Mandeknya proses hukum mendorong Aliansi Rakyat Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) bersama Lembaga Pengawasan Pengawalan dan Penegakan Hukum Indonesia (LPPPHI) mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2026.

Dalam permohonannya, mereka meminta hakim menyatakan penyidik telah menunda penyidikan tanpa dasar hukum yang jelas serta memerintahkan penahanan terhadap Firli Bahuri.

Risiko Serupa pada Kasus Febrie Adriansyah

Situasi tersebut dinilai menjadi preseden yang patut diperhatikan dalam penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebab, mekanisme penanganan perkara memiliki pola yang serupa, yakni penyidikan dilakukan oleh kepolisian sebelum proses selanjutnya berada di tangan kejaksaan.

Jika pada kasus Firli terjadi tarik-ulur administrasi antara penyidik Polri dan jaksa peneliti, maka pada perkara Febrie tantangannya dinilai bisa lebih kompleks karena kini penanganannya berada di institusi tempat Febrie sebelumnya menjabat.

Karena itu, sejumlah pengamat menilai diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar proses hukum berjalan transparan dan tidak berlarut-larut.

KPK Dinilai Punya Peran Strategis

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman, sebelumnya menyatakan KPK memiliki kewenangan koordinasi dan supervisi (korsup) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

Melalui kewenangan tersebut, KPK dapat melakukan supervisi terhadap penanganan perkara korupsi, bahkan dalam kondisi tertentu berpotensi mengambil alih penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila perkara yang melibatkan aparat penegak hukum kembali berjalan tanpa kepastian dalam waktu lama, kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi berpotensi semakin menurun.

Catatan: Dugaan tindak pidana terhadap pihak-pihak yang disebutkan dalam artikel ini masih berada dalam proses hukum. Status tersangka bukan merupakan putusan bersalah dan asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Tags: febrie adriansyahfirli bahurikasus korupsikejaksaan agungKejati DKI JakartakpkPemberantasan Korupsipolda metro jayapolripraperadilanPukat UGMZaenur Rohman
Previous Post

Kejagung Terima Pelimpahan 3 Perkara Korupsi dari Polri, Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah

Next Post

Kasus Firli Bahuri Mandek, Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polda Metro Jaya

Related Posts

Blibli Histeria 11.11 berlangsung 3–13 November 2026 dengan diskon hingga 92%, promo Buy 1 Get 1, voucher hingga 50%, hingga motor listrik VinFast Viper seharga Rp11.000. (dok. istimewa)
Bisnis

Blibli Histeria 11.11 Hadirkan Diskon hingga 92%, Motor Listrik VinFast Dibanderol Rp11.000

6 November 2026
Ajinomoto Sales Indonesia memperoleh Sertifikat Halal Jasa Penyimpanan untuk seluruh gudang cabangnya di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Semarang. (dok. istimewa)
Bisnis

Seluruh Gudang Cabang Ajinomoto Indonesia Raih Sertifikat Halal Jasa Penyimpanan

6 November 2026
KPK menggeledah Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah di Semarang dan menyita uang tunai ratusan juta rupiah terkait dugaan suap penghapusan temuan audit Pemkab Klaten. (dok. istimewa)
Nasional

KPK Geledah Kantor BPK Jawa Tengah, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

23 Oktober 2026
Bisnis

BYD Digugat Rp 9,5 Triliun soal Merek Denza, Penggugat Minta Penjualan Dihentikan

23 Oktober 2026
Next Post
Mantan Ketua KPK Firli Bahuri (dok. istimewa)

Kasus Firli Bahuri Mandek, Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polda Metro Jaya

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Blibli Histeria 11.11 Hadirkan Diskon hingga 92%, Motor Listrik VinFast Dibanderol Rp11.000
  • Seluruh Gudang Cabang Ajinomoto Indonesia Raih Sertifikat Halal Jasa Penyimpanan
  • Anggota Keluarga Kerajaan Abu Dhabi Ditemukan Tak Sadarkan Diri di London, Didakwa Telantarkan Anak
  • KPK Geledah Kantor BPK Jawa Tengah, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
  • BYD Digugat Rp 9,5 Triliun soal Merek Denza, Penggugat Minta Penjualan Dihentikan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved