Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Versi Google, Begini Penjelasan Google Indonesia

CC-01 by CC-01
2 Februari 2025
in Bisnis
0
Nilai Tukar Rupiah di Google Anjlok jadi Rp 8.170 (dok. istimewa)

Nilai Tukar Rupiah di Google Anjlok jadi Rp 8.170 (dok. istimewa)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Informasi nilai tukar dolar AS ke rupiah yang ditampilkan di situs pencarian Google mendadak menjadi sorotan warganet pada Sabtu (1/2/2025). Pasalnya, nilai tukar 1 dolar AS ke rupiah tiba-tiba anjlok menjadi Rp8.170,65, sementara nilai tukar Euro juga turun drastis menjadi Rp8.348,5.

Respons Bank Indonesia (BI)

Merespons kegaduhan ini, Bank Indonesia (BI) segera memberikan klarifikasi. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, menyatakan bahwa kesalahan tersebut merupakan masalah teknis.

“Tim kami sedang kontak dengan Google untuk meluruskan masalah ini. Kesalahan teknis terjadi, dan hanya untuk rupiah terhadap dolar AS dan Euro,” kata Destry, dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (2/2/2025).

Destry juga membagikan tangkapan layar dari Bloomberg dan Yahoo Finance yang menunjukkan nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.300 per dolar AS, sesuai dengan penutupan pasar pada akhir pekan.

Penjelasan Google

Google mengakui adanya masalah teknis yang memengaruhi informasi nilai tukar rupiah di platform pencariannya. Menurut keterangan resmi Google, data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga.

“Kami menyadari adanya masalah yang memengaruhi informasi nilai tukar Rupiah (IDR) di Google Search. Ketika kami mengetahui ketidakakuratan, kami menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin,” jelas Google.

Dampak dan Kritik

Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyoroti bahwa kesalahan ini bukan sekadar masalah teknis. Menurutnya, Google memiliki tanggung jawab untuk memastikan keakuratan informasi, terutama data ekonomi yang sensitif.

“Ketika sebuah kesalahan telah terdeteksi dan dilaporkan oleh banyak pengguna, namun tidak segera diperbaiki, hal ini dapat dianggap sebagai kelalaian yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Pratama.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan Google sebagai satu-satunya sumber informasi nilai tukar. Sebagai gantinya, masyarakat dapat merujuk ke sumber resmi seperti Bank Indonesia, Bloomberg, Reuters, atau OANDA.(CC-01)

Tags: bank indonesiadolar ASgooglekesalahan teknisNilai tukar rupiah
Previous Post

Hujan Lebat di Semarang Sebabkan Atap SMKN 9 Semarang Ambrol, Dua Siswa Terluka

Next Post

Takut Digugat di PTUN, Menteri ATR/BPN Hati-hati Cabut Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang

Related Posts

Tiket konser Andrea Bocelli di Indonesia mulai presale. (dok. istimewa)
Bisnis

BNI Buka Presale Tiket Konser Andrea Bocelli, Ada Diskon hingga 20 Persen

24 Agustus 2026
The Park Semarang menghadirkan International Circus Show dari Chile dan Ekuador selama libur sekolah, 27 Juni-12 Juli 2026. (dok. istimewa)
Bisnis

The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026

27 Juni 2026
Pembukaan pameran security system dari Dahua Technology. (dok. istimewa)
Bisnis

Tren Penggunaan CCTV Rumah dan Gedung Meningkat 20 Persen, Bos Invision: Dilengkapi Kemampuan AI

11 Juni 2026
The Park Semarang menyalurkan satu sapi dan dua kambing untuk warga Semarang Barat jelang Iduladha 1447 H melalui program CSR perusahaan. (dok. panduga.id)
Bisnis

The Park Semarang Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Semarang Barat Jelang Iduladha 1447 H

28 Mei 2026
Next Post
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (dok. istimewa)

Takut Digugat di PTUN, Menteri ATR/BPN Hati-hati Cabut Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • YE Live in Jakarta 2026, Konser Perdana Kanye West di Indonesia Digelar di GBK
  • BNI Buka Presale Tiket Konser Andrea Bocelli, Ada Diskon hingga 20 Persen
  • Tasyakuran HUT ke-28 PAN, Zulhas Perintahkan Anggota DPR RI Potong Gaji Bantu Korban Bencana NTT
  • Bareskrim Bongkar Peredaran Etomidate dan Ekstasi di Rupat, 3 Tersangka Ditangkap
  • Supandang Tewas Dibacok Saat Tagih Utang Rp500 Ribu di Probolinggo

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved