Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Sidang Sengketa Pilpres, Romo Magnis Samakan Jokowi dengan Pemimpin Mafia

CC-02 by CC-02
4 April 2024
in Breaking News, Politik
0
Romo Franz Magnis Suseno (dok. Instagram @hidupmembiara)
0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara Franz Magnis Suseno SJ, telah dipanggil sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan perselisihan hasil Pilpres 2024 di hadapan Mahkamah Konstitusi (MK) Selasa, 24 Maret 2024.

Romo Magnis menjadi saksi dalam agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum pasangan Ganjar-Mahfud.

Romo Magnis adalah seorang filsuf, ulama, dan tokoh budaya terkenal Indonesia berusia 87 tahun.

Penampilannya yang sederhana dan pemikiran kritisnya menginspirasi banyak orang selama lebih dari 50 tahun berkarya di Indonesia.

Lahir di Jerman pada tahun 1936, Pastor Magnis datang ke Indonesia sebagai misionaris Jesuit pada tahun 1961.

Ia kemudian menjadi warga negara Indonesia pada tahun 1977.

Dedikasi dan kecintaannya terhadap Indonesia tercermin dalam banyak karya dan pemikirannya yang mencerminkan sosio-kulturalnya, situasi bangsa, dan realitas.

Di masa tuanya, Romo Magnis masih aktif berkarya dan mengutarakan pemikirannya.

Saat Menjadi Saksi Ahli dalam Sidang Sengketa Pilpres, Guru Besar STF Driyakara Singgung Perbandingan Antara Presiden dan Pimpinan Organisasi Kriminal Mafia dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden (PHPU) di Mahkamah Konstitusi .

Diungkap pula lima pelanggaran etik berat yang dilakukan kubu Prabowo-Gibran.

Romo Magnis mengatakan anggapan apa pun bahwa presiden menggunakan kekuasaannya demi keuntungan dirinya atau keluarganya adalah tindakan yang merugikan.

“Menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pihak tertentu menjadikan Presiden seperti ketua organisasi mafia,” kata Pastor Magnis di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa, 2 April 2024.

“Kesan dia menggunakan kekuasaan untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan keluarganya sangatlah merugikan: jabatan presiden adalah milik semua orang. Itu bukan milik orang-orang yang memilihnya,” katanya.

Kalau dia dari partai, maka begitu dia jadi presiden, tindakannya harus ditujukan untuk keselamatan semua orang,” tambahnya dan melanjutkan.

Pertama soal pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Franz mengatakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai pendaftaran Gibran menjadi calon wakil presiden merupakan pelanggaran etik yang serius.

“Mencalonkan seseorang sebagai calon wakil presiden – yang hanya dapat dilakukan secara sah jika terjadi pelanggaran etika berat – juga merupakan pelanggaran etika berat,” kata Franz.

Kedua, sikap pilih kasih dan penyalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi.

Menurut Franz, Jokowi bisa memberikan informasi mengenai harapan kemenangan salah satu kandidat.

“Tetapi segera setelah dia menggunakan kekuasaannya untuk mengeluarkan instruksi kepada ASN, polisi, tentara, dll untuk mendukung salah satu pasangan calon, serta menggunakan kas negara untuk membiayai perjalanan yang disponsori untuk mendukung pasangan calon, dia melanggar persyaratan etika, yang menurutnya dia adalah “tanpa membedakan presiden dari semua warga negara, termasuk semua politisi”.

Franz menjelaskan kepada keluarganya sendiri, dengan mengatakan bahwa hal itu menunjukkan seorang presiden tidak mampu mengabdikan dirinya untuk kebaikan rakyat.

Keempat, menekankan penyaluran dana bantuan sosial (bansos), dengan mengatakan bahwa dana hibah sosial adalah milik bangsa Indonesia dan penyaluran dana hibah sosial merupakan tanggung jawab kementerian terkait sesuai dengan peraturan pelaksanaan yang berlaku, sekaligus mengkritisi presiden yang menggunakan dana bantuan sosial (bansos) keuntungan untuk tujuan politik tertentu.

“Jadi itu pencurian ya, itu pelanggaran moral. Itu juga tandanya dia kehilangan visi moralnya,” kata Franz.

Terakhir, terjadi manipulasi dalam proses pemilu.

“Jika proses pemilu dimanipulasi, itu merupakan pelanggaran etika yang serius karena merusak hakikat demokrasi,” ujarnya.

Misalnya, kata Franz, jika waktu pemungutan suara diubah atau penghitungan suara tidak dilakukan dengan benar.

Dia mengatakan tindakan seperti itu memfasilitasi penipuan dan merupakan sabotase terhadap pemilu.

Oleh karena itu, ini merupakan pelanggaran etika yang serius, kata Franz Magnis.(CC-01)

Tags: franz magnis susenomafiamagnismkpastor magnispilpresromo magnis
Previous Post

Kontroversi Kebijakan Baru Pramuka, Begini Klarifikasi Mendikbudristek

Next Post

KPU Bungkam dan Tak Membantah Dalil Pencalonan Cawapres Gibran Tidak Sah di Sidang MK

Related Posts

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melantik Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta menggantikan Eko Patrio. PAN menyebut Uya dipilih karena integritas, komitmen, dan jejaring sosialnya. (dok. istimewa)
Politik

Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio

27 Juni 2026
The Park Semarang menghadirkan International Circus Show dari Chile dan Ekuador selama libur sekolah, 27 Juni-12 Juli 2026. (dok. istimewa)
Bisnis

The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026

27 Juni 2026
Peserta SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil di Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Sosok Novia Rahmadhani Sihotang Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil

26 Juni 2026
Pembukaan pameran security system dari Dahua Technology. (dok. istimewa)
Bisnis

Tren Penggunaan CCTV Rumah dan Gedung Meningkat 20 Persen, Bos Invision: Dilengkapi Kemampuan AI

11 Juni 2026
Next Post
Ilustrasi sidang sengketa pilpres di MK (dok. istimewa)

KPU Bungkam dan Tak Membantah Dalil Pencalonan Cawapres Gibran Tidak Sah di Sidang MK

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved