PANDUGA.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan mengonfirmasi meninggalnya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Novia Rahmadhani Sihotang, saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Novia meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) ketika menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Satdik Pusbahasa Kodiklatau), kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan Novia berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB).
“Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” ujar Rico dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Kementerian Pertahanan menyatakan Novia telah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan.
Novia merupakan lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Sebelumnya, ia tercatat sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan sebelum melanjutkan studi melalui mekanisme alih bentuk di kampus tersebut.
Meninggalnya Novia menambah jumlah peserta SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang wafat selama mengikuti Latsarmil.
Sebelumnya, dua peserta lainnya, Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, juga meninggal dunia saat menjalani pendidikan di lokasi berbeda.
Anisa Muyassaroh meninggal saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal ketika mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur Kodiklat TNI AD di Baturaja.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil dalam program SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan.
Menurutnya, pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi serta memastikan penanganan setiap kasus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini,” ujar Juri.






Discussion about this post