PANDUGA.ID, JAKARTA – Konten giveaway milik kreator konten Willie Salim tengah menjadi sorotan publik usai seorang pria bernama Risky mengaku pernah terlibat langsung sebagai talent dalam salah satu video. Pengakuan tersebut memunculkan dugaan bahwa konten giveaway yang ditampilkan tidak sepenuhnya berlangsung spontan, melainkan telah diatur sebelumnya.
Pengakuan Risky disampaikan dalam video YouTube Denny Sumargo, dikutip Minggu (25/1/2026). Ia menyebut keterlibatannya bermula dari komunikasi dengan asisten Willie Salim yang menawarkan peran dalam pembuatan konten.
“Menurut saya settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia. (Perjanjian) saya sama pihak orang yang kerja di Willie,” kata Risky.
Peran Diminta Seolah Bertemu Secara Kebetulan
Risky mengungkapkan, dirinya diminta berperan sebagai pengemudi ojek online yang sedang menunggu pesanan. Dalam alur video, ia kemudian dipertemukan dengan Willie Salim seolah terjadi secara kebetulan.
“Awalnya bilang, ‘Mas cariin saya pisang sama pohonnya kalau bisa saya kasih dua juta,’” ujarnya.
Ia mengklaim pencarian pohon pisang dilakukan dengan bantuan tim produksi. Bahkan, menurut Risky, tim telah lebih dulu berkoordinasi dengan pemilik kebun untuk keperluan pengambilan properti konten.
“Caranya duduk di motor diam, Kak Willie nyamperin. Seolah lu lagi narik disamperin sama Willie. Seolah-olah ketemu mendadak,” ucapnya.
Dalam video tersebut, Risky terlihat membawa pohon pisang ke rumah Willie Salim dan menerima uang Rp2 juta di depan kamera. Namun, ia mengklaim uang tersebut harus dikembalikan setelah proses pengambilan gambar selesai.
“Dikasih ke saya duitnya, saya terima. Pas salaman saya disuruh bilang jangan lupa follow IG Willie Salim,” katanya.
Klarifikasi Willie Salim
Menanggapi isu tersebut, Willie Salim memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram Story pada Minggu (25/1/2026). Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menipu atau merugikan siapa pun melalui kontennya.
“Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin,” tulis Willie.
Willie menjelaskan bahwa dalam dunia konten digital dikenal konsep storytelling, dramatization, dan reenactment sebagai format hiburan.
“Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah berniat membohongi publik terkait hadiah yang diberikan dalam konten giveaway.
“Satu prinsip yang aku pegang: aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang,” tulisnya.
Menurut Willie, konten yang kini ramai dibahas merupakan karya lama yang dibuat pada 2023 dan menjadi bagian dari proses pembelajarannya sebagai kreator konten.
Willie mengaku terbuka terhadap kritik, namun mengingatkan adanya batas yang tidak seharusnya dilanggar.
“Ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman, itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain,” tegasnya.






Discussion about this post