Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Warga Semarang Dikeroyok 5 Tetangga, Tewas Setelah Dirawat di RS

CC-02 by CC-02
26 September 2024
in Daerah
0
penganiayaan
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Seorang warga Kelurahan Mijen, Kota Semarang, Wahyu Triyanto (43), menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia setelah dipukuli oleh tetangganya sendiri. Insiden tragis ini melibatkan lima pelaku yang kini telah ditangkap pihak kepolisian.

Kelima tersangka tersebut adalah Supanto (43), Dedi Tunggul Satrio (26), Triyanto (36), Suranto (45), dan Dhian Pramono (33). Menurut pengakuan Supanto, kejadian bermula ketika korban menyebut nama ayahnya dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp RT, yang kemudian memicu kemarahan.

“Korban menyebut nama bapak saya, dan bagi saya itu adalah penghinaan. Saya merasa sangat tersinggung,” ujar Supanto dalam keterangannya kepada polisi.

Supanto menambahkan, ia bersama warga lainnya mendatangi rumah Wahyu untuk meminta klarifikasi pada Senin, 2 September 2024, sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, diskusi yang awalnya hanya dimaksudkan untuk klarifikasi, berujung pada aksi pengeroyokan yang brutal.

“Awalnya saya hanya ingin bertanya kenapa nama bapak saya disebut. Saya menampar korban di bagian mulut, lalu tiba-tiba warga lainnya ikut menyerang,” ungkapnya, Rabu (25/9/2024).

Korban sebelumnya mengingatkan warga di grup agar tidak sembarangan menuduh orang lain, menyebut nama beberapa orang yang sudah meninggal, seperti Maryono, Parman, dan Warto. Hal ini diduga memicu kemarahan para pelaku, yang merasa nama-nama tersebut, termasuk ayah Supanto, dihina oleh korban.

Usai pengeroyokan, Wahyu dipaksa meminta maaf kepada warga, kecuali kepada Warto yang telah meninggal dunia. Setelah itu, korban dipulangkan ke rumahnya. Namun, akibat luka-luka yang dideritanya, istri Wahyu membawanya ke RS Permata Medika, Ngaliyan. Sayangnya, nyawa Wahyu tak terselamatkan dan ia meninggal sehari setelah kejadian.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, menyampaikan bahwa korban mengalami sejumlah luka serius, termasuk luka robek di dahi sepanjang 2 cm, luka di bibir, memar di pipi kanan, dan lecet di lutut. “Tengkorak bagian belakang korban juga retak, yang diduga menjadi penyebab kematiannya,” jelas Kombes Irwan dalam keterangannya.

Dalam pengeroyokan tersebut, Supanto diketahui menampar korban sebanyak tiga kali, Triyanto memukul sekali di bagian bibir, Suranto menampar di mulut, sementara Dedi Tunggul Satrio memukul wajah korban lebih dari lima kali. Dhian Pramono menendang pinggang belakang korban satu kali.

Kapolrestabes menegaskan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. “Jika merasa dihina, seharusnya para pelaku melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib agar hukum yang berbicara,” tegasnya. (CC02)

Tags: penganiayaanpengeroyokansemarang
Previous Post

Polisi Buru Pentolan Gangster di Semarang, Namanya Alba Fajri Ardiansyah

Next Post

Polisi Ringkus Penyelenggara Sabung Ayam di Tegal, Terancam 10 Tahun Penjara

Related Posts

Seorang wanita di Malang menjadi korban penipuan setelah menikah siri dengan sosok yang mengaku pria. (dok. istimewa)
Breaking News

Sempat Dijanjikan Lamborgini, Wanita di Malang Tertipu Nikah Siri dengan ‘Pria’ yang Ternyata Perempuan

9 April 2026
tawuran
Daerah

Viral Tawuran Remaja di Semarang Gara-Gara Layangan Putus, Warga: Sudah Biasa Saat Musim Layangan

9 April 2026
Ilustrasi kekerasan seksual (dok. istimewa)
Daerah

Kasus Kekerasan Seksual Kader HMI Unissula Berakhir Damai, Dinilai Bertentangan dengan UU TPKS

2 April 2026
Video sejoli tidur berpelukan di musala Pantai Logending Kebumen viral. (dok. istimewa)
Daerah

Viral Sejoli Tidur Berpelukan di Musala Pantai Logending Kebumen, Disiram Warga

2 April 2026
Next Post
sabung ayam

Polisi Ringkus Penyelenggara Sabung Ayam di Tegal, Terancam 10 Tahun Penjara

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Sosok Dyastasita WB, Juri LCC 4 Pilar Kalbar yang Jadi Sorotan usai Polemik Penilaian Viral
  • LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar Viral, SMAN 1 Pontianak Protes Penilaian Juri Dinilai Tak Adil
  • Sempat Dijanjikan Lamborgini, Wanita di Malang Tertipu Nikah Siri dengan ‘Pria’ yang Ternyata Perempuan
  • Viral Tawuran Remaja di Semarang Gara-Gara Layangan Putus, Warga: Sudah Biasa Saat Musim Layangan
  • Kasus Kekerasan Seksual Kader HMI Unissula Berakhir Damai, Dinilai Bertentangan dengan UU TPKS

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved