Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Peneliti Sebut Ikan Sapu-sapu Berpotensi Jadi Pangan Bergizi, Kandungan Protein Lampaui SNI

Panduga by Panduga
25 Januari 2026
in Kesehatan
0
Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (dok. istimewa)

Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (dok. istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Ikan sapu-sapu selama ini kerap dipandang sebelah mata karena hidup di perairan tercemar dan dianggap sebagai ikan pengganggu. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan ikan air tawar ini memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi tinggi jika diolah dengan tepat.

Penelitian berjudul “Kandungan Nutrisi Abon Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung, Indonesia” mengungkap bahwa kandungan protein abon ikan sapu-sapu berada di atas standar mutu nasional (SNI).

Hasil Penelitian Akademisi UAI dan BATAN

Studi tersebut dilakukan oleh Haninah, Handhini Dwi Putri, Dewi Elfidasari, dan Irawan Sugoro dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia, bekerja sama dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN).

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Pengolahan Pangan Volume 7 Nomor 1 halaman 14–19 edisi Juni 2022.

Sampel Ikan dari Sungai Ciliwung

Dalam penelitian ini, sampel ikan sapu-sapu diambil dari kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, tepatnya di Jalan Inspeksi Ciliwung, Letjen MT Haryono, Cawang, Jakarta.

Ikan sapu-sapu dipilih karena populasinya yang melimpah di perairan tawar Indonesia. Meski berasal dari Amerika Selatan dan bersifat invasif, spesies ini banyak ditemukan di sungai-sungai perkotaan.

Proses Pengolahan Menjadi Abon

Peneliti mengolah daging ikan sapu-sapu menjadi abon melalui beberapa tahapan. Daging ikan seberat 1 kilogram difillet, dicuci bersih, diberi perasan jeruk nipis, lalu direbus selama sekitar 20 menit hingga matang.

Setelah itu, daging disuwir halus dan dimasak bersama bumbu berupa bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas. Proses memasak dilanjutkan dengan penambahan santan kelapa, daun salam, dan daun jeruk, kemudian dimasak sambil diaduk selama kurang lebih dua jam hingga menghasilkan abon berwarna kecokelatan dan bertekstur kering.

Kandungan Protein Melampaui Standar Nasional

Kadar protein abon dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, metode standar laboratorium untuk menentukan kandungan nitrogen yang kemudian dikonversi menjadi kadar protein.

Hasil analisis menunjukkan, kandungan protein abon ikan sapu-sapu mencapai 39,68 persen. Angka ini melampaui Standar Nasional Indonesia (SNI) 7690.1:2013, yang menetapkan kadar protein minimal 30 persen untuk produk abon.

Meski lebih rendah dibandingkan kandungan protein daging ikan sapu-sapu segar yang mencapai 50,05 persen, kadar protein pada abon tetap dinilai tinggi dan memenuhi standar mutu pangan.

Pengaruh Pengolahan terhadap Kadar Protein

Peneliti menjelaskan, tingginya persentase protein pada abon dipengaruhi oleh penurunan kadar air selama proses pengolahan. Semakin rendah kadar air suatu bahan pangan, semakin tinggi konsentrasi protein yang terkandung di dalamnya.

Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pengurangan kadar air dapat meningkatkan konsentrasi protein dan lemak pada bahan pangan.

Peluang Pangan Alternatif dan Pengendalian Ikan Invasif

Selain bernilai gizi tinggi, protein ikan juga dikenal memiliki sifat fungsional yang baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik fisiko-kimia. Hal ini menjadikan ikan sapu-sapu berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan alternatif.

Penelitian ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai produk pangan bernilai tambah, serta menjadi solusi dalam pengendalian populasi ikan invasif di perairan Indonesia.

Tags: Abon IkanIkan InvasifIkan Sapu-sapuPangan BergiziPenelitian PanganProtein TinggiSungai CiliwungUniversitas Al Azhar Indonesia
Previous Post

KPK Geledah Kantor KSPPS Artha Bahana Syariah di Pati, Angkut Lima Koper Barang Bukti

Next Post

Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Related Posts

Dua kasus virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat, India. (dok. istimewa)
Kesehatan

Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

29 Januari 2026
Banyak pembaca Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku sesak dada dan menangis (dok. istimewa)
Kesehatan

Mengapa Membaca Buku Broken Strings Bisa Bikin Sesak Dada dan Menangis? Ini Penjelasan Psikolog

14 Januari 2026
Siswa di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar alami keracunan MBG (dok. istimewa)
Kesehatan

Lima Siswa SMP di Tawangmangu Dirujuk ke RSUD Karanganyar Akibat Keracunan MBG

9 Oktober 2025
Ilustrasi minuman manis kemasan akan dikenakan cukai pada 2026 (dok. istimewa)
Breaking News

Pemerintah Akan Terapkan Cukai Minuman Manis dalam Kemasan pada 2026

25 Agustus 2025
Next Post
Dua kasus virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat, India. (dok. istimewa)

Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved