Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

BGN Tegaskan Tidak Semua Personel SPPG Program MBG Bisa Diangkat Jadi PPPK

Panduga by Panduga
14 Januari 2026
in Nasional
0
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (dok. istimewa)

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (dok. istimewa)

0
SHARES
25
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak semua personel maupun relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, yang menyebutkan bahwa pegawai SPPG dapat diangkat sebagai PPPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BGN Jelaskan Makna “Pegawai SPPG” dalam Perpres

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa frasa pegawai SPPG dalam regulasi tersebut bersifat terbatas, tidak mencakup seluruh personel maupun relawan yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

“Yang dimaksud pegawai SPPG dalam konteks PPPK adalah jabatan inti yang memiliki fungsi teknis dan administratif strategis, yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan. Di luar itu, termasuk relawan, tidak masuk dalam skema pengangkatan PPPK,” ujar Nanik dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan ekspektasi keliru di tengah masyarakat, khususnya di kalangan relawan yang aktif mendukung pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Status Relawan MBG Tetap Penting, Namun Non-ASN

Meski tidak masuk dalam skema pengangkatan ASN, BGN menegaskan bahwa peran relawan tetap krusial dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Namun secara regulasi, relawan ditempatkan sebagai penggerak sosial dengan status partisipatif dan non-ASN, sesuai dengan desain kebijakan awal pemerintah.

“Peran relawan sangat penting dalam mendukung keberhasilan program, tetapi secara regulasi mereka tidak termasuk dalam kategori pegawai yang diangkat sebagai PPPK. Ini sudah dirancang sejak awal agar program tetap inklusif dan berkelanjutan,” tambah Nanik.

Jaga Profesionalisme dan Akuntabilitas Program MBG

BGN menilai pembatasan pengangkatan PPPK hanya pada jabatan strategis diperlukan untuk menjaga profesionalisme tata kelola program.

Posisi seperti ahli gizi dan akuntan dipandang membutuhkan status PPPK guna menjamin standar kualitas asupan gizi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Di sisi lain, keterlibatan relawan tetap membuka ruang luas bagi partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi.

BGN memastikan seluruh proses seleksi PPPK untuk jabatan strategis di lingkungan SPPG akan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tags: asnBadan Gizi NasionalKebijakan PublikMBGPerpres 115pppkprogram makan bergizi gratisRelawan MBGSPPG
Previous Post

Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto, Kerugian Capai Rp3 Miliar

Next Post

KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Kereta api (dok. DAOP 4 KAI Semarang)

KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved