Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Isu Eskalator di Candi Borobudur: Gubernur Jateng Tegaskan Itu Wewenang Pusat

CC-01 by CC-01
26 Mei 2025
in Nasional
0
Eskalator di Borobudur (dok. istimewa)

Eskalator di Borobudur (dok. istimewa)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Munculnya video viral yang memperlihatkan dugaan pemasangan eskalator di struktur Candi Borobudur memicu respons publik yang luas. Banyak pihak mempertanyakan kebenaran informasi tersebut serta menyoroti dampaknya terhadap kelestarian situs warisan dunia UNESCO tersebut.

Menanggapi isu yang berkembang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak terlibat dalam rencana pengadaan fasilitas tersebut. Ia menyebut bahwa pengelolaan kawasan Candi Borobudur sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau sana kan ranahnya dari pusat, bukan kami,” ujar Luthfi usai memimpin Rapat Kerja Musrenbang Jawa Tengah Tahun 2025 di Kota Semarang, Senin (26/5/2025).

Luthfi juga menyarankan agar awak media mengkonfirmasi langsung ke pihak berwenang di tingkat pusat.

“Ya tanya ke sana, bukan ke kami,” tandasnya.

Baca: Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Eskalator di Candi Borobudur, Hanya Stairlift untuk Akses Inklusif

Penjelasan dari Istana: Fasilitas Stairlift Disiapkan untuk Kunjungan Kenegaraan

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan klarifikasi bahwa yang akan dipasang di Candi Borobudur bukanlah eskalator, melainkan stairlift — fasilitas kursi naik-turun tangga yang diperuntukkan bagi aksesibilitas pengunjung, khususnya dalam konteks kunjungan resmi.

Hasan menjelaskan bahwa penggunaan stairlift disiapkan untuk menyambut kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur.

“Presiden Prancis tentu dalam kunjungan kenegaraan waktunya terbatas. Bukan seperti wisatawan biasa yang bisa seharian di Borobudur. Karena itu, disiapkan fasilitas agar beliau bisa menapaki setiap tingkat di Borobudur dengan efisien,” jelas Hasan di Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025).

Baca: Hendropriyono Sebut Tuntutan Pencopotan Gibran dari Wapres Terukur, Prabowo Belum Beri Jawaban

Stairlift Bukan Eskalator: Klarifikasi Penting untuk Hindari Disinformasi

Sejumlah pejabat pusat, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sebelumnya juga telah menegaskan bahwa tidak ada eskalator yang akan dipasang. Peralatan yang disiapkan adalah stairlift, dan hanya digunakan untuk mendukung aksesibilitas serta protokol kenegaraan, bukan sebagai fasilitas umum tetap.

Penegasan dari berbagai pihak ini menjadi penting untuk meredam disinformasi yang berkembang luas di media sosial. Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi dengan cermat dan tidak langsung mempercayai video atau gambar tanpa konteks.(CC-01)

Tags: ahmad luthfiBerita HoaksCandi BorobudurEmmanuel MacronHasan Nasbijawa tengahKunjungan Kenegaraanprabowo subiantoStairliftWisata Budaya
Previous Post

Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Eskalator di Candi Borobudur, Hanya Stairlift untuk Akses Inklusif

Next Post

Jokowi Diduga Cawe-cawe Pemilihan Ketum PPP, Romahurmuziy: Sama Sekali Tidak

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (dok. istimewa)

Jokowi Diduga Cawe-cawe Pemilihan Ketum PPP, Romahurmuziy: Sama Sekali Tidak

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved