Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Koalisi Ojol Nasional Tolak Ikut Demo 20 Mei: “Kami Bukan Alat Politisasi”

CC-01 by CC-01
20 Mei 2025
in Nasional
0
Demo ojol (dok. istimewa)

Demo ojol (dok. istimewa)

0
SHARES
21
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Koalisi Ojol Nasional (KON) menyatakan tidak akan ikut serta dalam aksi demonstrasi ojol yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025. Mereka menilai aksi tersebut sarat dengan kepentingan politik dan bisnis terselubung yang tidak mewakili suara asli para pengemudi ojek online di lapangan.

“Semakin banyak pihak luar yang mencoba mendompleng isu driver ojol untuk kepentingan politik dan bisnis. Kami tidak ingin suara kami disalahgunakan,” tegas Ketua Presidium KON, Andi Kristianto, dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).

Baca: Viral! Orderan Fiktif Bakso Rp 1 Juta Rugikan Driver Ojol, Netizen Curigai Ulah Debt Collector

Isu Politisasi: Bukan Solusi Nyata untuk Ojol

Andi menegaskan bahwa perjuangan para pengemudi ojol adalah murni untuk kesejahteraan, bukan untuk dijadikan alat tawar menawar politik oleh pihak-pihak tertentu.

“Perjuangan kami harus tetap fokus pada solusi konkret, bukan panggung politik. Kami tidak ingin diseret-seret oleh kelompok yang tidak mengerti kondisi kami di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menyebut klaim bahwa ratusan ribu pengemudi ojol akan turun ke jalan merupakan kebohongan. Menurutnya, mayoritas pengemudi lebih memilih bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga daripada mengikuti aksi yang tidak jelas arah dan manfaatnya.

Baca: Ribuan Ojol Demo Kompak Tolak THR Berupa Sembako, Tuntut Uang Tunai

Menolak Status Buruh, Tapi Butuh Regulasi yang Adil

Andi menegaskan bahwa pengemudi ojek online memahami posisi mereka sebagai mitra aplikator, bukan sebagai buruh perusahaan. Namun ia juga menekankan perlunya regulasi kemitraan yang adil dan melindungi hak-hak driver.

“Kami tidak menuntut jadi karyawan, tapi kami butuh aturan yang membuat kemitraan ini tidak timpang. Yang kami lawan adalah ketidakadilan, bukan status kemitraannya,” jelasnya.

Pilih Jalur Dialog, Bukan Aksi Jalanan

KON menyatakan bahwa dialog terbuka dan penyusunan regulasi yang jelas adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan pengemudi ojol. Mereka menolak pendekatan-pendekatan politis yang justru bisa dimanfaatkan oleh elite politik untuk kepentingan sempit.

“Kami memilih jalur advokasi dan dialog kebijakan. Aksi demo yang tidak jelas justru bisa merugikan driver sendiri,” tandas Andi.(CC-01)

Baca: Ojol Semarang Kecanduan Judi Online, Gadai Sertifikat Rumah Lalu Bunuh Diri

Tags: aksi ojolAndi Kristiantodemo ojol 20 MeiDriver Ojolhubungan kemitraan ojolkesejahteraan driver ojolKoalisi Ojol Nasionalojek onlinepolitisasi ojolregulasi ojol
Previous Post

KPAI Sidak Dapur Umum MBG di Tasikmalaya: BGN Belum Bayar Pihak SPPG Sebesar Rp 1 Miliar

Next Post

Bea Cukai Batam Klarifikasi Isu Truk TNI AL Angkut Rokok Ilegal: “Untuk Pengangkutan Barang Bukti”

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Truk TNI AL diduga bawa rokok ilegal (dok. istimewa)

Bea Cukai Batam Klarifikasi Isu Truk TNI AL Angkut Rokok Ilegal: “Untuk Pengangkutan Barang Bukti”

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved