Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Yenny Wahid: Pemisahan Polri dari TNI adalah Warisan Gus Dur untuk Demokrasi

CC-01 by CC-01
25 Desember 2024
in Nasional
0
Yenny Wahid (dok. istimewa)

Yenny Wahid (dok. istimewa)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menegaskan bahwa pemisahan Polri dari TNI adalah salah satu langkah monumental yang diambil ayahnya untuk memperkuat demokrasi di Indonesia. Keputusan ini diambil Gus Dur selama masa jabatannya sebagai presiden, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan berat.

“Gus Dur mengambil langkah besar untuk memastikan demokrasi dapat tumbuh dengan sehat. Di bawah Orde Baru, polisi dan tentara berada dalam satu komando, yang rentan disalahgunakan untuk represi terhadap rakyat,” ujar Yenny Wahid dalam acara Haul ke-15 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024).

Tonggak Sejarah Pemisahan Polri dari TNI

Keputusan untuk memisahkan Polri dari TNI, yang dilakukan pada periode 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001, menjadi tonggak sejarah penting dalam reformasi institusi keamanan di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kepolisian dapat berfungsi sebagai pelindung masyarakat, sementara militer fokus pada pertahanan negara.

Gus Dur, yang wafat pada 30 Desember 2009, dikenal sebagai tokoh pluralisme dan reformasi. Pemisahan ini dianggap sebagai salah satu warisan besar Gus Dur dalam memperkuat pilar demokrasi.

Kritik terhadap Perkembangan Polri Saat Ini

Namun, Yenny Wahid menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan Polri yang dinilai telah menyimpang dari semangat awal reformasi.

“Ironisnya, sekarang polisi justru menjadi ancaman bagi masyarakat, bukan pelindung. Contohnya adalah kasus siswa SMK di Semarang yang ditembak mati oleh oknum polisi. Ini jelas bertentangan dengan semangat reformasi yang digagas Gus Dur,” ungkap Yenny.

Kasus-kasus seperti ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap institusi Polri.

Pentingnya Merawat Warisan Reformasi

Acara haul Gus Dur dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan masyarakat dari berbagai lapisan. Dalam kesempatan tersebut, Yenny mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat warisan reformasi yang telah dirintis Gus Dur.

“Pemisahan TNI dan Polri adalah tonggak sejarah yang perlu dirawat. Namun, tanpa evaluasi dan pengawasan, warisan reformasi ini dapat kehilangan arah,” tambah Yenny.

Ia menegaskan bahwa akuntabilitas dan reformasi berkelanjutan dalam tubuh Polri sangat penting untuk memastikan institusi ini tetap berfungsi sebagai pelindung masyarakat, bukan ancaman.(CC-01)

Tags: demokrasi indonesiapolritniwarisan Gus Duryenny wahid
Previous Post

18 Personel Polri Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan di Festival DWP 2024

Next Post

Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke Malaysia karena Kondisi Kesehatan

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Presiden Prabowo Subianto (dok. istimewa)

Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke Malaysia karena Kondisi Kesehatan

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved