Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

KLHK Terbitkan Permen No. 10 Tahun 2024, Individu atau Organisasi Pejuang Lingkungan Tidak dapat Dihukum Pidana dan Perdata

CC-02 by CC-02
12 September 2024
in Nasional
0
Pejuang lingkungan tak dapat dijerat hukum (dok. Walhi)

Pejuang lingkungan tak dapat dijerat hukum (dok. Walhi)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru saja menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) No. 10 Tahun 2024 yang memberikan perlindungan hukum bagi siapa pun yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Dalam peraturan tersebut, diatur bahwa setiap orang atau organisasi yang memperjuangkan lingkungan hidup secara sah tidak dapat dituntut secara pidana maupun perdata.

Selain itu, tindakan balasan terhadap mereka juga dilarang keras.

Permen ini merupakan implementasi dari Pasal 66 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, menyambut baik hadirnya Permen ini. Ia menyebutkan bahwa regulasi tersebut sudah lama ditunggu oleh para pejuang HAM, khususnya mereka yang bergerak di bidang advokasi lingkungan hidup.

“Para aktivis lingkungan sering kali menjadi korban kriminalisasi, intimidasi, bahkan kekerasan karena memperjuangkan hak atas lingkungan yang sehat. Dengan adanya Permen ini, diharapkan mereka mendapatkan perlindungan hukum yang lebih kuat,” ujar Anis, Rabu (11/9/2024).

Namun, Anis juga menekankan bahwa peraturan ini harus ditegakkan dengan baik oleh penegak hukum.

“Kami ingin aparat hukum termasuk kepolisian, menjadikan Permen ini sebagai rujukan utama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan para aktivis lingkungan,” tambahnya.

Hal ini dianggap penting mengingat sering kali ada ketidaksesuaian antara aturan yang ada dengan implementasi di lapangan.

Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan bahwa meskipun Permen ini merupakan langkah maju, masih ada beberapa keterbatasan.

“Permen LHK No. 10 Tahun 2024 ini belum mencakup sepenuhnya isu-isu agraria yang sering kali memicu konflik, seperti kasus di sektor perkebunan, kehutanan, dan pembangunan infrastruktur,” kata Direktur Eksekutif Walhi.

Permen ini tetap dipandang sebagai langkah penting dalam memberikan perlindungan hukum bagi aktivis lingkungan.

Namun, sejumlah pihak berharap pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan regulasi agar lebih menyeluruh, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan konflik agraria yang kompleks.(CC-01)

Tags: klhklingkungan hiduppejuang lingkunganpermen klhk
Previous Post

Struktur Kepengurusan DPP PDIP yang Baru Digugat ke PTUN, Deddy: Pengacaranya Afiliasi Parpol Lain

Next Post

Megawati dan Prabowo Berencana Bertemu Sebelum Pelantikan Presiden, Bisa Ubah Peta Pilkada?

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Megawati dan Prabowo (dok. istimewa)

Megawati dan Prabowo Berencana Bertemu Sebelum Pelantikan Presiden, Bisa Ubah Peta Pilkada?

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved