Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Ribuan Buruh Demo Tuntut Penghapusan UU Tapera dan UU Cipta Kerja

CC-02 by CC-02
28 Juni 2024
in Nasional
0
Demo buruh di Jakarta tolak pemberlakuan UU Tapera dan UU Cipta Kerja (dok. istimewa)

Demo buruh di Jakarta tolak pemberlakuan UU Tapera dan UU Cipta Kerja (dok. istimewa)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Kalangan buruh hari ini menggelar unjuk rasa di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Aksi ini berlangsung tak jauh dari Istana Merdeka, meskipun akses jalan di sekitaran Istana sudah ditutup.

Unjuk rasa ini menjadi bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap memberatkan para pekerja.

Para buruh menuntut Presiden Joko Widodo untuk mencabut Undang-Undang Tapera No. 4 Tahun 2016 serta peraturan turunannya, dan juga Undang-Undang Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023.

Mereka menyampaikan bahwa kebijakan Tapera yang mewajibkan semua pekerja membayar iuran sebesar 3% dari gaji setiap bulan sangat membebani.

Salah satu orator unjuk rasa, Andi Gunawan, Ketua Serikat Buruh Jakarta, menyatakan, buruh tidak setuju dengan kebijakan Tapera.

“Karena hanya akan menambah beban para pekerja yang sudah kesulitan dengan biaya hidup yang tinggi,” jelasnya, Kamis (27/2024).

Jalan di sekitaran Istana Merdeka yang ditutup membuat demonstrasi berlangsung di area Patung Kuda.

Meskipun demikian, para buruh tetap semangat menyuarakan aspirasinya.

Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan pencabutan UU Tapera dan UU Cipta Kerja.

“Kami mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencabut UU Tapera dan UU Cipta Kerja yang merugikan kaum buruh. Kebijakan ini tidak adil dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja,” ujar Siti Marfuah, seorang buruh dari pabrik tekstil di Jakarta.

Unjuk rasa ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk LSM dan mahasiswa yang turut mendukung perjuangan para buruh.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan tersebut tidak hanya merugikan pekerja, tetapi juga mengancam kesejahteraan keluarga mereka.

“Jika UU Tapera dan UU Cipta Kerja ini terus diberlakukan, kehidupan para buruh dan pekerja akan semakin sulit. Kami hanya ingin kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh, bukan sebaliknya,” kata Yanto, seorang buruh konstruksi.

Menanggapi unjuk rasa ini, pihak Istana Merdeka belum memberikan komentar resmi.

Namun, demonstrasi ini menunjukkan bahwa suara buruh masih kuat dan terus menyuarakan hak-hak mereka.

Mereka berharap pemerintah akan mendengar dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kebijakan yang dianggap tidak adil ini.(CC-01)

Tags: buruhcipta kerjademopatung kudatapera
Previous Post

Makin Meresahkan, Judi Online Masuk ke Tingkat Masyarakat Desa

Next Post

Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman, PKS Butuh Dukungan Parpol Lain

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
Anies Baswedan dan Sohibul Iman (dok. istimewa)

Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman, PKS Butuh Dukungan Parpol Lain

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved