Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Peneliti Imparsial Nilai TNI Pilih Gunakan Operasi Militer Tangani Konflik di Papua

CC-02 by CC-02
18 April 2024
in Nasional
0
Ilustrasi kelompok bersenjata. (dok. istimewa)
0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Ketika TNI (Tentara Nasional Indonesia) kembali menggunakan sebutan “Organisasi Papua Merdeka” (OPM) untuk menyebut kelompok yang sebelumnya disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), banyak pihak yang menyoroti keputusan ini. 

Menurut Ketua Centra Initiative sekaligus peneliti senior Imparsial, Al Araf, penggunaan kembali sebutan OPM menandakan adanya kecenderungan TNI untuk mengedepankan operasi militer dalam menangani konflik di Papua.

“Pemakaian sebutan OPM dapat memberikan dampak negatif, terutama dalam terciptanya stigmatisasi terhadap masyarakat Papua secara keseluruhan,” jelasnya, Kamis (17/4/2024).

Istilah tersebut dapat memperkuat persepsi bahwa konflik di Papua semata-mata adalah urusan keamanan nasional, sementara sebenarnya masalah di Papua sangat kompleks dan melibatkan berbagai aspek, termasuk politik, sosial, dan ekonomi.

Lebih lanjut, Al Araf menyatakan bahwa penyelesaian konflik di Papua seharusnya mengedepankan proses dialog yang inklusif dan partisipatif. 

Pendekatan militer semata tidak akan memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. 

Dialog antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat Papua dianggap sebagai langkah yang lebih produktif dalam mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Penggunaan kembali sebutan OPM oleh TNI juga menjadi sorotan karena dapat menghalangi upaya-upaya perdamaian dan rekonsiliasi di Papua. 

“Stigmatisasi terhadap masyarakat Papua dapat memperkeruh suasana dan memperumit upaya untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat Papua,” paparnya.

Al Araf menekankan perlunya pemerintah untuk mengubah paradigma dalam menangani masalah di Papua. 

Daripada mengedepankan pendekatan militeristik yang cenderung memperdalam jurang antara pemerintah dan masyarakat Papua, pemerintah sebaiknya membuka ruang dialog yang lebih luas dan inklusif, serta memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Papua.

Dalam konteks ini, Al Araf menekankan pentingnya peran media dan masyarakat sipil dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dapat memperburuk konflik di Papua. 

“Melalui peningkatan kesadaran publik dan tekanan dari berbagai pihak, diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan solusi dialogis dan berbasis hak asasi manusia dalam menangani masalah Papua, demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut,” terangnya.(CC-01)

Tags: imparsialkkbkonflik papuaopmpapuapolritni
Previous Post

Hakim MK Rapat Maraton Bahas Amicus Curiae yang Diajukan Megawati hingga Akademisi

Next Post

Sendi Sespri Iriana Daftar Calon Walikota Bogor, Aktivis: Cermin Nepotisme Politik

Related Posts

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (dok. istimewa)
Breaking News

BREAKING NEWS! Prabowo Rombak Pucuk Pimpinan Polri Hingga Wakil Menteri, Berikut Sosoknya

1 Oktober 2026
Bareskrim Polri dan Polisi Diraja Malaysia sepakat memperkuat kerja sama pemberantasan narkotika lintas negara melalui pertukaran intelijen dan penindakan bersama. (dok. istimewa)
Breaking News

Bareskrim Polri dan Polisi Malaysia Perkuat Kerja Sama Berantas Narkotika Lintas Negara

7 September 2026
Menteri Karding dan Raja Juli main domino dengan pelaku pembalakan hutan (dok. istimewa)
Nasional

Menhut Raja Juli Proses Cabut Izin 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan

2 September 2026
Ferry Juliantono, Menteri Koperasi RI. (dok. Kemenkop)
Nasional

Menkop Ferry Juliantono Luruskan Anggaran Rp103 Miliar, Bukan Khusus untuk Podcast

2 September 2026
Next Post
Sekretaris Pribadi (Sespri) Ibu Negara, Sendi Fardiansyah. (dok. istimewa)

Sendi Sespri Iriana Daftar Calon Walikota Bogor, Aktivis: Cermin Nepotisme Politik

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • BREAKING NEWS! Prabowo Rombak Pucuk Pimpinan Polri Hingga Wakil Menteri, Berikut Sosoknya
  • Bareskrim Polri dan Polisi Malaysia Perkuat Kerja Sama Berantas Narkotika Lintas Negara
  • Menhut Raja Juli Proses Cabut Izin 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan
  • Menkop Ferry Juliantono Luruskan Anggaran Rp103 Miliar, Bukan Khusus untuk Podcast
  • HUT ke-81 Kejaksaan, ST Burhanuddin: Saatnya Kita Bangkit Bersama

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved