Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kapolrestabes Semarang Akui Galang Beberapa Rektor untuk Buat Testimoni Positif Jokowi, Gak Bahaya Ta?

CC-02 by CC-02
7 Februari 2024
in Breaking News, Politik
0
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar (dok. istimewa)
0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindiarto mengungkapkan, dirinya dihubungi seseorang yang mengaku dari Polrestabes Semarang, meminta video testimoni dan seruan pemilu damai, serta ‘kalimat cerita positif untuk pemerintah Indonesia.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan anggotanya telah menghubungi Rektor Unika Soegijapranata sebagai bagian dari upaya meredam tensi politik dalam menghadapi Pemilu 2024.

Tujuannya agar pemilu 2024 terselenggara dengan aman dan damai.

Polisi Akui Tindakan Penggalangan

Irwan mengatakan, anggota Polri wajib menggalang suara tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk civitas akademika, untuk mengajak masyarakat mensukseskan pemilu.

“Jadi kita punya program ‘cooling system’ untuk pemilu, menurunkan tensi politik di masyarakat agar tidak terjadi konflik permusuhan. Tentu saja, para pejabat di lapangan bergegas untuk mengajukan banding kepada para pemimpin agama dan masyarakat, termasuk komunitas universitas dan para pemimpin kampus,” jelasnya Selasa (6/2/2024).

Irwan menambahkan, penggalangan ini dilakukan tanpa paksaan, sehingga ketika masyarakat melakukan protes, polisi juga tidak mempermasalahkannya.

“Tidak ada paksaan disini, jika tidak suka maka terimalah, dan memang ada sebagian yang menolak,” Kata Irwan.

Irwan juga menegaskan, aksi permintaan video call untuk pemilu damai tidak dimaksudkan untuk menandingi aksi petisi berbagai kampus.

“Program kami sudah berjalan sejak masa pemilu jadi tidak ada hubungannya dengan petisi kampus, tidak ada narasi yang membantah kritik terhadap Jokowi,” tegas Irwan.

Rektor Unika Tolak Permintaan Polisi

Sebelumnya, Rektor Unika Semarang Ferdinand membenarkan pernyataan calon wakil presiden ke-3 Mahfud MD yang didekati polisi untuk memberikan narasi positif terhadap Jokowi dan pemilu, namun ia menolak.

Ia mencontohkan, terduga anggota Polri juga menyampaikan contoh video beberapa pimpinan universitas yang memberikan kesaksian serupa.

Namun, kata Ferdinand, pihaknya belum bisa menanggapi permintaan oknum yang mengaku dari Polrestabes Semarang itu.

“Soal yang meminta saya menyampaikan pernyataan ini, saya hormati yang bersangkutan karena dia menjalankan fungsi yang dipercayakan atasannya, tapi kami tidak bisa memenuhinya,” kata Ferdinand.

Ia mengatakan permintaan video yang dikirimkan anggota Polrestabes Semarang untuk menampung petisi beberapa sekolah yang menyuarakan keprihatinan terhadap demokrasi yang terjadi di Tanah Air saat ini.

“Isinya sama dengan contoh video yang dikirimkan ke saya. Saya menolak. Lalu anggota itu minta angkat bicara, saya juga menolak,” kata Ferdinand.

Ferdinand menegaskan bahwa civitas akademika Unika Soegijapranata tidak partisan dan netral.

Mahfud MD Ungkap Tindakan Polisi

Di lain pihak, Mahfud MD mengungkapkan, berbagai kegiatan telah dicanangkan untuk melakukan pendekatan kepada rektor beberapa universitas untuk memaparkan citra positif Jokowi.

Menurut Mahfud, intervensi ini bertujuan untuk memberikan tekanan kepada rektor universitas yang belum menunjukkan sikap kritis terhadap pemerintahan Jokowi.

“Ada beberapa rektor yang belum mengutarakan pandangannya, yang belum membuat pernyataan, mereka diminta untuk menyatakan sikap yang berbeda. Mereka bilang ‘Kami didekati oleh sikap yang berbeda untuk mengatakan bahwa Presiden Jokowi sangat bagus, pemilu berjalan baik, penanganan Covid terbaik’,” kata Mahfud di acara Tabrak Prof!

Namun, kata Mahfud, tidak semua rektor yang dihubungi perorangan menyetujui permintaan tersebut.

Salah satunya adalah Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, Ferdinandus Hindiarto.

Menurut Mahfud, Ferdinand secara terbuka menolak memberikan pernyataan mendukung pemerintahan Jokowi.

“Beliau [Rektor Unika Soegijapranata] mengatakan ada yang datang untuk memberikan pernyataan dukungan bahwa pemerintahan Jokowi baik, pemilu berjalan baik, penanganan Covid menjadi prioritas utama, dan sebagainya,” kata Mahfud.(CC-01)

Tags: jokowikampuspemilu 2024perguruan tinggipolisirektor unikauniversitas soegijapranata
Previous Post

Waspada, 89 TPS di Kota Semarang Rawan Banjir dan Rob

Next Post

Kompolnas Mintai Klarifikasi Polda Jateng Soal Permintaan Video Testimoni Jokowi ke Beberapa Rektor

Related Posts

Bupati Pati Sudewo (dok. istimewa)
Breaking News

Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Miliaran Terkait Pengangkatan Perangkat Desa

19 Januari 2026
Link pendaftaran event lari HUT ke-76 Suara Merdeka diduga dibajak pihak tak bertanggung jawab. (dok. istimewa)
Breaking News

Waspada! Link Pendaftaran Event Lari HUT ke-76 Suara Merdeka Diduga Scam dan Curi Akun Telegram

14 Januari 2026
Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menegaskan sembilan item ijazah Presiden ke-7 Jokowi yang disembunyikan KPU harus dibuka sesuai putusan KIP (dok. istimewa)
Breaking News

Polda Metro Terima Permohonan Restorative Justice Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

13 Januari 2026
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Next Post
Polda Jawa Tengah (dok. istimewa)

Kompolnas Mintai Klarifikasi Polda Jateng Soal Permintaan Video Testimoni Jokowi ke Beberapa Rektor

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Miliaran Terkait Pengangkatan Perangkat Desa
  • Waspada! Link Pendaftaran Event Lari HUT ke-76 Suara Merdeka Diduga Scam dan Curi Akun Telegram
  • KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri
  • BGN Tegaskan Tidak Semua Personel SPPG Program MBG Bisa Diangkat Jadi PPPK
  • Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto, Kerugian Capai Rp3 Miliar

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved