Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Petisi Desak Menkominfo Budi Arie Setiadi Mundur Capai 11.000 Tanda Tangan, Projo Pasang Badan

CC-02 by CC-02
30 Juni 2024
in Nasional
0
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (dok. istimewa)
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Sebuah petisi yang mendesak Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi untuk mundur dari jabatannya telah mendapatkan lebih dari 11.000 tanda tangan. 

Petisi ini muncul sebagai respons atas serangan peretas yang melumpuhkan Pusat Data Nasional (PDN) pada 20 Juni lalu, di mana Budi Arie dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab. 

Petisi yang diinisiasi oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) pada 26 Juni 2024 itu, ditargetkan untuk mendapatkan 15.000 tanda tangan melalui laman change.org.

Dalam petisinya, Safenet menyatakan bahwa insiden peretasan tersebut menunjukkan kelemahan serius dalam pengelolaan data nasional yang seharusnya menjadi prioritas utama Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

“Kami menuntut Menkominfo Budi Arie Setiadi untuk bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya,” tulis Safenet dalam deskripsi petisi yang dikutip Panduga.id, Sabtu (29/6/2024).

Mereka menegaskan bahwa keamanan data adalah hal krusial yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

Di sisi lain, organisasi Pro Jokowi (Projo) segera merespons desakan tersebut dengan membela Budi Arie. 

Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, menegaskan bahwa Budi Arie tidak perlu mundur dari jabatannya. 

Menurut Handoko, serangan peretas tersebut adalah masalah yang bisa dihadapi bersama tanpa harus mengorbankan posisi Menkominfo.

“Budi Arie Setiadi adalah pemimpin yang kompeten dan telah bekerja keras untuk negara ini. Tidak ada alasan baginya untuk mundur,” ujar Handoko, Sabtu (29/6/2024).

Lebih lanjut, Handoko menuding bahwa desakan mundur tersebut berasal dari kelompok yang mendukung kubu yang kalah dalam Pilpres 2024. 

“Kami prihatin melihat sikap sebagian tokoh di media sosial yang mempolitisasi dan memanfaatkan keadaan ini untuk menyerang Budi Arie,” tambahnya. 

Handoko menilai bahwa upaya untuk menjatuhkan Budi Arie lebih bermuatan politis daripada berbasis pada fakta yang objektif.

Situasi ini menunjukkan adanya perpecahan pandangan di masyarakat terkait kepemimpinan di sektor komunikasi dan informatika, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan siber. 

Di tengah pro dan kontra ini, publik terus menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah dan Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam mengatasi masalah yang ada serta menjamin keamanan data nasional ke depannya.(CC-01)

Tags: budi ariekominfomenkominfopetisiprojo
Previous Post

Ditjen Imigrasi Klaim Sudah Minta Backup Data Sejak April, Kemenkominfo Tidak Merespons

Next Post

Angka Perceraian di Jepara Didominasi Masalah Judi Online

Related Posts

Karyawan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap dan dianiaya oleh empat rekan kerjanya karena dituduh mencuri. (dok. istimewa)
Nasional

Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

27 Juni 2026
Kementerian Pertahanan mengungkap lima peserta SPPI Program Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat latihan dasar kemiliteran. (dok. istimewa)
Nasional

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan

27 Juni 2026
Polisi menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun di Kabupaten Bandung. (dok. istimewa)
Nasional

Timeline Kasus Taufik Hidayat Sekap Wanita 3 Tahun Hingga Cacat

26 Juni 2026
Polisi masih mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilayangkan terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (dok. istimewa)
Nasional

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Presiden oleh Mantan Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
Next Post
judi online

Angka Perceraian di Jepara Didominasi Masalah Judi Online

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Rekan Kerja, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
  • Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan
  • Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Gantikan Eko Patrio
  • The Park Semarang Hadirkan International Circus Show dari Amerika Selatan Selama Libur Sekolah 2026
  • Pemprov Jateng Hapus Foto Vanessa Nabila di Ajang MJM 2026, Panitia Disorot Soal Nomor BIB Palsu

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved