Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Eks Karyawan Honorer RSUD Pati Akan Ikut Aksi 13 Agustus, Tuntut Pekerjaan Dikembalikan atau Bupati Mundur

CC-01 by CC-01
11 Agustus 2025
in Daerah
0
RSUD RAA Soewondo Pati (dok. istimewa)

RSUD RAA Soewondo Pati (dok. istimewa)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, PATI – Puluhan eks karyawan honorer RSUD RAA Soewondo Pati menyatakan dukungan dan akan ikut dalam aksi unjuk rasa 13 Agustus 2025 mendatang. Mereka mengaku kehilangan pekerjaan akibat kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang dinilai sewenang-wenang.

Pada Minggu (10/8/2025) sore, massa mendatangi Posko Donasi Masyarakat Pati Bersatu di Alun-alun Pati. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan kritik terhadap kebijakan bupati, salah satunya “Kebijakan Bupati yang dzolim dan arogan”.

220 Karyawan Honorer di-PHK Tanpa Pesangon

Salah satu eks karyawan, Ruha, mengaku telah bekerja sebagai honorer di RSUD RAA Soewondo selama 20 tahun. Namun, sejak 1 Juli 2025, ia resmi di-PHK tanpa pesangon.

“Saya di-PHK per 1 Juli 2025. Tidak ada pesangon dan tanpa solusi apa pun,” ujarnya.

Ruha menjelaskan bahwa total ada 220 orang yang mengalami nasib serupa. Menurutnya, kebijakan baru ini mengharuskan karyawan honorer mengikuti tes untuk menjadi pegawai BLUD tetap, meski sebelumnya mereka sudah melalui seleksi kompetitif saat awal masuk kerja.

“Selama 20 tahun baru kali ini ada kebijakan seperti ini. Padahal dulu kami dites, ada buktinya, dan dinyatakan lolos,” jelasnya.

Kini, Ruha harus menganggur di usia kepala empat. Ia dan rekan-rekannya menuntut dua hal: dikembalikan ke pekerjaan semula atau Bupati Sudewo mundur dari jabatan.

Rekrutmen Baru Picu Pertanyaan

Eks karyawan lain, Roni, juga mengaku telah mengabdi selama 20 tahun di rumah sakit tersebut. Kini ia kesulitan mencari pekerjaan karena faktor usia.

Roni merasa heran, sebab setelah pemutusan kerja massal, justru beredar kabar bahwa RSUD membuka formasi baru untuk karyawan honorer BLUD sebanyak 330 orang.

“Kita di-PHK 220 orang, sekarang malah informasinya perekrutan baru mencapai 330-an. Malah lebih banyak,” katanya.

Masyarakat Pati Bersatu Tegaskan Tetap Demo

Sementara itu, Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak terkait dengan kelompok yang membatalkan rencana demo terkait kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen.

“Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tidak ada hubungan dengan Yayak Gundul atau LSM Gerpab. Kami tidak mau berhubungan dengan mereka,” tegas Teguh.

Ia meminta masyarakat Pati tidak diadu domba dan mengingatkan Bupati Sudewo bahwa warga kini sudah bersatu untuk menyampaikan aspirasi.

“Pak Bupati, warga Pati jangan diadu domba. Warga Pati sudah bersatu,” pungkasnya.(CC-01)

Tags: aksi 13 Agustus 2025Bupati Sudewodemo Patieks karyawan RSUD Patikebijakan BLUDkenaikan PBB PatiMasyarakat Pati Bersatupemutusan kerja honorerPHK MassalRSUD RAA Soewondo
Previous Post

PPATK Temukan Rp 1,15 Triliun di Rekening Dormant Terindikasi Tindak Pidana

Next Post

Pasutri Ditemukan Tewas di Dekat Jembatan Kali Rambut Pemalang

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Propam Polda Jateng dalami dugaan pengeroyokan Kades Purwasaba Hoho Alkaf di Banjarnegara. (dok. istimewa)
Daerah

Dugaan Pengeroyokan Kades Purwasaba Didalami, Propam Polda Jateng Turun Tangan

17 Maret 2026
MA Muhammadiyah Majenang meraih juara pertama Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026 yang digelar DPW PAN Jateng di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. (dok. istimewa)
Daerah

MA Muhammadiyah Majenang Juara Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026

7 Maret 2026
Next Post
Pasutri di Pemalang ditemukan tewas di atas tumpukan batu (dok. Polres Pemalang)

Pasutri Ditemukan Tewas di Dekat Jembatan Kali Rambut Pemalang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved