PANDUGA.ID, LONDON – Seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Mahrah Al Nahyan (32), ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalan di London, Inggris. Saat kejadian, putranya yang baru berusia tiga tahun berada di dekatnya dan bermain tanpa alas kaki di tengah jalan yang ramai kendaraan.
Dilansir dari Wolipop, Jumat (23/10/2026), Mahrah ditemukan warga pada 13 Juni lalu. Foto yang memperlihatkan dirinya tergeletak bersandar pada pagar besi kemudian menjadi viral.
Mahrah ditemukan duduk di samping seorang pria yang juga tidak sadarkan diri. Ketika itu, anak laki-lakinya berada dalam pengasuhannya.
Warga yang melintas kemudian turun tangan untuk menjaga bocah tersebut hingga polisi tiba di lokasi.
Menurut laporan The Telegraph, Mahrah masuk ke lingkungan keluarga penguasa Abu Dhabi melalui pernikahan. Pada hari kejadian, ia disebut tidak mengonsumsi narkoba, tetapi telah menggunakan kokain pada hari-hari sebelumnya.
Sempat Berteriak Setelah Siuman
Saat polisi tiba, Mahrah masih belum sadarkan diri. Ia baru menunjukkan reaksi sekitar setengah jam kemudian.
Setelah siuman, Mahrah berteriak kepada orang-orang yang berada di sekitarnya.
“Ini bukan rumah jagal! Kenapa kalian ribut sekali? Kenapa kalian sekhawatir itu?” teriaknya.
Polisi kemudian memeriksa Mahrah dan menemukan alat yang digunakan untuk mengonsumsi narkoba. Namun, petugas tidak menemukan narkoba ilegal pada dirinya saat itu.
Mengaku Bersalah atas Penelantaran Anak
Kasus tersebut berlanjut ke proses hukum. Pada 13 Oktober 2026, Mahrah menjalani persidangan di Southwark Crown Court, London.
Dalam persidangan itu, ia mengaku bersalah atas satu dakwaan penelantaran anak.
Pengacaranya, Stephen Vullo KC, mengatakan Mahrah telah menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba di klinik Priory, Surrey, sejak insiden pada Juni lalu.
Menurut Vullo, kliennya sangat menyesali perbuatannya dan bertekad untuk pulih dari kecanduan.
“Hari itu dia membuat kesalahan besar, dan dia sadar betul soal itu,” ujar Vullo.
Dijatuhi Hukuman Kerja Sosial Dua Tahun
Atas perkara tersebut, hakim menjatuhkan hukuman kerja sosial selama dua tahun kepada Mahrah. Ia juga diwajibkan mengikuti program rehabilitasi.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi serta kondisi seorang anak berusia tiga tahun yang berada di lokasi ketika ibunya ditemukan tak sadarkan diri.





Discussion about this post