PANDUGA.ID, JAKARTA – Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto menanggapi kritik publik terkait penunjukannya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Noe menilai kritik, kewaspadaan, hingga kecurigaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang terhadap Indonesia.
Ia mengaku berterima kasih atas seluruh respons yang muncul, baik yang bernada keras maupun yang bersifat mendukung. Menurutnya, substansi kritik tersebut menunjukkan perhatian publik terhadap masa depan bangsa.
“Saya terima kasih atas semua kalimat-kalimat dan kata-kata itu. Karena substansinya kalau saya melihat itu sayang Indonesia, atau sayang sama saya,” ujar Noe dalam video di akun YouTube pribadinya, Kamis (22/1/2026).
Siap Dievaluasi dan Mundur
Noe menyampaikan komitmen pribadinya atas peran yang kini diembannya. Ia menyatakan siap dievaluasi publik dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan. Bahkan, ia menegaskan siap mengundurkan diri jika dinilai tidak membawa manfaat.
“Komitmen saya setahun. Kalau memang saya enggak ada gunanya, saya mundur. Mudah,” tegasnya.
Gagasan Disampaikan di “Ground Zero”
Noe juga menegaskan bahwa seluruh gagasan dan ide yang ia miliki akan disampaikan langsung di ruang-ruang nyata tempat persoalan bangsa berakar.
“Semua yang saya katakan, ide-ide saya, akan saya sampaikan di ground zero. Karena di situ letaknya. Di ground zero titik perubahannya,” ucapnya.
Undang Publik Mengawasi dan Menagih Janji
Ia mempersilakan masyarakat menyimpan pernyataannya sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Noe mengajak publik untuk menagih konsistensi sikapnya di masa mendatang.
“Anda bisa save video ini. Sebagai bentuk accountability. Anda bisa tagih saya. Satu tahun lagi, enam bulan lagi, apakah saya berubah dari Sabrang yang dulu?” tuturnya.
Ajak Publik Berdialog
Noe menyebut langkah ini sebagai sebuah eksperimen bersama antara pejabat publik dan masyarakat. Ia mengundang dialog terbuka melalui tulisan maupun forum-forum diskusi seperti Maiyah.
“Saya ngajak teman-teman sekalian eksperimen. Mari ngobrol. Saya tunggu di tulisan maupun di forum Maiyah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Noe mengajak kalangan intelektual dan masyarakat yang peduli terhadap Indonesia untuk bersama-sama membangun standar ideal hubungan antara pejabat publik dan rakyat.
“Agar kita punya tolak ukur bersama, bagaimana pejabat berhubungan dengan masyarakat yang paling baik itu seperti apa,” pungkasnya.






Discussion about this post