Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus Usut Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina

CC-01 by CC-01
7 Maret 2025
in Nasional
0
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto (dok. dpr.go.id)

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto (dok. dpr.go.id)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak di lingkungan Pertamina, termasuk isu Pertamax oplosan, terus menjadi sorotan publik. Pimpinan dan anggota DPR/MPR mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Terbaru, pimpinan Komisi XII DPR RI sedang mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menginvestigasi kasus ini lebih lanjut.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dorongan Pembentukan Pansus

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyatakan bahwa pembentukan pansus sedang dipertimbangkan karena kasus ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. “Segera nih kita akan membahas itu dalam rapat informal pimpinan. Karena memang itu menyangkut hajat hidup orang banyak dengan, katakanlah, tingkat korupsinya yang sungguh luar biasa,” ujar Sugeng saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (6/3/2025).

Sugeng mengungkapkan bahwa dorongan pembentukan pansus juga datang dari berbagai komisi lain di DPR. Menurutnya, kasus ini tidak hanya menjadi perhatian Komisi XII, tetapi juga melibatkan Komisi VI yang bermitra dengan Kementerian BUMN. “Memang kami dihubungi beberapa pihak untuk membuat pansus dan sebagainya. Karena memang menyangkut kasus yang cukup besar dan ini melibatkan banyak kepentingan. Tentunya melalui pansus,” kata Sugeng.

Rencana Pemanggilan Lemigas

Komisi XII DPR RI juga berencana memanggil Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk meminta penjelasan mengenai kualitas BBM yang didistribusikan ke masyarakat. “Yang akan kita lakukan segera adalah memanggil Lemigas yang memang berwenang untuk mengecek tentang kualitas dan juga spesifikasi BBM, baik yang akhirnya ke masyarakat,” ujarnya.

Desakan Investigasi Independen dari MPR

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menilai perlunya pembentukan tim investigasi independen untuk mengungkap kebenaran isu dugaan pengoplosan Pertamax. “Menghadapi kasus yang sekarang bergulir ini, saya memandang perlu dibentuknya Tim Investigasi Independen oleh Pertamina yang terdiri dari orang-orang yang kredibel, memiliki integritas, dikenal pasar, berasal dari kalangan akademisi, kampus, dan institusi yang kredibel untuk mengungkap isu blending ilegal ini sekaligus menjawab keresahan publik,” ujar Eddy dalam keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (6/3/2025).

Eddy menilai keresahan masyarakat terkait isu Pertamax oplosan wajar terjadi, terutama setelah penyidik menemukan alat bukti terkait dugaan pelanggaran tersebut. Namun, Pertamina membantah adanya praktik pengoplosan BBM jenis Pertamax dengan Pertalite, sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Pentingnya Pengawasan Internal

Eddy juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal di tubuh Pertamina untuk mencegah terulangnya praktik korupsi dengan berbagai modus. “Pengawasan ini harus diperkuat agar tidak terjadi lagi kejadian serupa dan luput dari pengawasan komisaris,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa kasus korupsi di PT Pertamina Patra Niaga harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM di Indonesia. “Jangan sampai terulang kejadian serupa di masa mendatang yang bisa meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN secara luas. Padahal, BUMN sesungguhnya memiliki kewajiban untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.(CC-01)

Tags: bumndpr riEddy SoeparnoInvestigasi IndependenKasus Korupsi PertaminaKomisi XIIkualitas BBMLemigaspansusPengawasan InternalPertamax OplosanSugeng Suparwototata kelola minyak
Previous Post

Lebih Pilih Uang Rp 20 Ribu Dibandingkan Pahala, Ribuan Jamaah Geruduk Masjid Al-Ilyas Malang

Next Post

Jelang Keluarnya iPhone 17 Series, Pemerintah RI Baru Terbitkan Izin Edar iPhone 16 Series

Related Posts

Polisi menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia berinisial MW sebagai tersangka kasus kebakaran gedung yang menewaskan 22 orang. (dok. istimewa)
Nasional

Dirut PT Terra Drone Indonesia Jadi Tersangka Kebakaran Maut yang Tewaskan 22 Orang

11 Desember 2025
SPPG Demak Bintoro 1 dihentikan sementara karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum cair. (dok. istimewa)
Breaking News

Baru Beroperasi 5 Bulan, SPPG di Demak Berhenti Layani MBG Akibat Masalah Anggaran dari BGN

11 Desember 2025
SPPG Demak Bintoro 1 dihentikan sementara karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum cair. (dok. istimewa)
Breaking News

Anggaran dari BGN Belum Cair, Layanan MBG SPPG Demak Bintoro 1 Dihentikan Sementara

9 Desember 2025
Perkebunan sawit di Sumatera (dok. National Geographic)
Breaking News

Cek Fakta Pelepasan 1,6 Juta Hektare Hutan di Era Zulhas: Bukan Izin Sawit, Melainkan Penataan Tata Ruang

8 Desember 2025
Next Post
iPhone 16 Series (dok. Apple.com)

Jelang Keluarnya iPhone 17 Series, Pemerintah RI Baru Terbitkan Izin Edar iPhone 16 Series

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pengacara Aris Munadi Ditemukan Tewas Terkubur di Hutan Jati Cilacap, Dua Kakak Beradik Jadi Tersangka
  • Dirut PT Terra Drone Indonesia Jadi Tersangka Kebakaran Maut yang Tewaskan 22 Orang
  • Dirut PT DUM Ditahan Kejari Semarang, Diduga Korupsi Kredit Fiktif Rp 13,8 Miliar
  • Baru Beroperasi 5 Bulan, SPPG di Demak Berhenti Layani MBG Akibat Masalah Anggaran dari BGN
  • Anggaran dari BGN Belum Cair, Layanan MBG SPPG Demak Bintoro 1 Dihentikan Sementara

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved