PANDUGA.ID, SEMARANG – Debat publik Pilkada Pekalongan 2024 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pekalongan di Hotel Patra Jasa, Semarang, pada Sabtu (10/11/2024) malam, mengalami penundaan sekitar 30 menit akibat gesekan antar pendukung pasangan calon (paslon). Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Laelatul Izzah, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyampaikan pentingnya evaluasi terkait keamanan acara.
“Insiden gesekan tadi perlu menjadi evaluasi, terutama dalam hal pengamanan dan sterilisasi lokasi acara,” ujar Laelatul Izzah. Selain itu, Izzah menyarankan agar lokasi dan jumlah pendukung di acara mendatang dievaluasi untuk menjaga kondusivitas jalannya debat. Ia menjelaskan bahwa jumlah pendukung sudah dibatasi dari 50 menjadi 25 orang, namun masih ada yang hadir di luar jumlah yang diizinkan.
Debat berlangsung dinamis, meski sempat diwarnai insiden di luar ruangan. “Untuk menjaga kondusivitas, pendukung telah dikurangi, tetapi jumlahnya mungkin perlu disesuaikan lagi,” tambah Izzah. Ia juga mengusulkan agar ke depan, jumlah pendukung dibatasi lebih ketat seperti masa pandemi, dengan hanya 4 orang pendukung.
Izzah menegaskan, tidak adanya segmen closing statement dalam debat sudah menjadi kesepakatan bersama. “Konsep debat ini disusun oleh tim perumus tanpa segmen closing statement dan sudah disetujui oleh LO dari masing-masing paslon,” jelasnya.
Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso, juga menyatakan bahwa pengamanan debat telah diupayakan semaksimal mungkin dan acara berjalan aman dan lancar. Terkait insiden di luar area yang melibatkan dugaan pemukulan, Doni menjelaskan bahwa area tersebut berada di luar wilayah pengamanan Polres Pekalongan dan berada di area Hotel Patra Jasa Semarang.
“Kami siap menindaklanjuti jika ada laporan warga mengenai insiden tersebut, dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut jika memang ada bukti yang cukup,” tandas Doni. (CC02)





Discussion about this post