Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Buruh di Jawa Tengah Ancam Mogok Massal Jika Putusan MK Soal Pengupahan Tak Diterapkan

CC-02 by CC-02
8 November 2024
in Daerah
0
Buruh di Jawa Tengah Ancam Mogok Massal Jika Putusan MK Soal Pengupahan Tak Diterapkan
0
SHARES
15
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Para buruh di Jawa Tengah mengancam akan melakukan mogok kerja massal apabila pemerintah tidak segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan pengupahan. Organisasi buruh telah berjuang selama empat tahun menentang Undang-Undang Cipta Kerja, yang dinilai merugikan mereka. Upaya ini membuahkan hasil setelah MK mengeluarkan Putusan No.168/PUU-XXI/2023, yang mengubah 21 aturan dalam UU Nomor 6/2023 tentang Cipta Kerja.

Koordinator Umum Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) Jawa Tengah, Karmanto, menyatakan bahwa jika pemerintah mengabaikan putusan tersebut, pihaknya akan melaksanakan aksi mogok kerja total. “Bila putusan MK hanya sekadar angin lalu, kami siap turun all-out, tak hanya aksi di jalan tapi juga mogok kerja,” ujar Karmanto, Kamis (7/11/2024).

Buruh telah melakukan aksi dan audiensi dengan DPRD Kota Semarang dan Wali Kota Semarang pada akhir Oktober, dan aksi serupa akan digelar di daerah lain seperti Demak dan Jepara. Mereka mendesak agar pemerintah pusat segera menjalankan putusan MK, terutama karena kepala daerah sedang menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait pengaturan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang seharusnya diselesaikan pada November ini.

Karmanto menjelaskan bahwa penentuan UMK tidak lagi merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2023 yang dianggap tidak sesuai. “PP tersebut tak lagi relevan untuk penetapan UMK November ini,” ujarnya. Buruh menuntut agar struktur skala upah dan upah sektoral menjadi acuan dalam penetapan upah. Struktur skala upah dianggap penting untuk melindungi buruh dengan masa kerja lebih dari satu tahun, sementara upah sektoral bergantung pada jenis usaha, seperti sektor garmen dan logam.

Isu lainnya yang disorot dalam putusan MK adalah pembatasan praktik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan outsourcing. Karmanto menekankan bahwa sistem outsourcing yang masif membuat buruh kehilangan masa depan. “Buruh tidak boleh semuanya di-outsourcing atau dikontrak karena itu menghilangkan masa depan buruh,” tegasnya.

Divisi Buruh dari LBH Semarang, M. Safali, menilai bahwa putusan MK memberi peluang bagi buruh Jawa Tengah untuk mendapatkan upah yang lebih layak. “Kami mendesak agar Gubernur Jateng tidak lagi menggunakan PP 51 Tahun 2023 dalam menentukan upah buruh,” ungkap Safali.

Selain itu, LBH Semarang kini menangani puluhan kasus pelanggaran hak buruh yang masih terjadi di tahun 2024. Praktik-praktik yang merugikan buruh antara lain penekanan terhadap serikat buruh, intimidasi terhadap anggota serikat, serta pelanggaran hak upah lembur yang tak dibayarkan.

Dengan meningkatnya tensi ini, para buruh berharap pemerintah memberikan respons serius dan menjalankan putusan MK untuk melindungi hak-hak mereka. (CC02)

Tags: buruhupah minimum provinsi
Previous Post

Bos Warnet Judi Online di Kendal Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Next Post

Pejabat Kejari Blora Rezmi Angga Aprianto Dinyatakan Positif Narkoba

Related Posts

bacok
Daerah

Supandang Tewas Dibacok Saat Tagih Utang Rp500 Ribu di Probolinggo

18 Agustus 2026
Ilustrasi Basarnas selamatkan pendaki terjatuh di Gunung Slamet. (dok. istimewa)
Daerah

Pendaki 16 Tahun Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Tim SAR Bergerak

18 Agustus 2026
Seorang wanita di Malang menjadi korban penipuan setelah menikah siri dengan sosok yang mengaku pria. (dok. istimewa)
Breaking News

Sempat Dijanjikan Lamborgini, Wanita di Malang Tertipu Nikah Siri dengan ‘Pria’ yang Ternyata Perempuan

9 April 2026
tawuran
Daerah

Viral Tawuran Remaja di Semarang Gara-Gara Layangan Putus, Warga: Sudah Biasa Saat Musim Layangan

9 April 2026
Next Post
Bikin Malu, Pejabat Kejari Blora Rezmi Angga Aprianto Terjerat Dugaan Kasus Narkoba dan Pemerasan

Pejabat Kejari Blora Rezmi Angga Aprianto Dinyatakan Positif Narkoba

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • BREAKING NEWS! Prabowo Rombak Pucuk Pimpinan Polri Hingga Wakil Menteri, Berikut Sosoknya
  • Bareskrim Polri dan Polisi Malaysia Perkuat Kerja Sama Berantas Narkotika Lintas Negara
  • Menhut Raja Juli Proses Cabut Izin 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan
  • Menkop Ferry Juliantono Luruskan Anggaran Rp103 Miliar, Bukan Khusus untuk Podcast
  • HUT ke-81 Kejaksaan, ST Burhanuddin: Saatnya Kita Bangkit Bersama

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2026 Panduga.id. All right reserved