Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Kasus Pelajar SMA Bully Anak TK dan SD di Semarang Berakhir Damai

CC-02 by CC-02
10 September 2024
in Daerah
0
bully
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Kasus dugaan bullying yang melibatkan siswa SMA terhadap dua anak TK dan SD di sebuah sekolah swasta di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, akhirnya berujung damai. Mediasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, yang mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah pada Senin (9/9/2024). Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Sekolah SMA, SD, dan TK yang terlibat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, serta orang tua siswa TK dan SD yang didampingi oleh kuasa hukumnya. Orang tua siswa SMA, DP3A Kota Semarang, dan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah juga turut hadir dalam mediasi tersebut.

Kepala Disdikbud Provinsi Jateng, Uswatun, menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal ketika siswa SD bermain di sekitar area kelas SMA, memukul-mukul pembatas besi dan pintu, yang menyebabkan gangguan pada siswa SMA. Akibatnya, siswa SMA tersebut membawa siswa SD masuk ke dalam kelas, dan tak lama kemudian, adiknya yang merupakan siswa TK juga dibawa masuk.

“Tindakan itu membuat kedua anak menangis, yang kemudian memicu kedatangan orang tua mereka ke kelas tersebut,” ungkap Uswatun.

Setelah itu, siswa SMA, bersama kedua siswa TK dan SD serta ibu mereka, dipanggil ke ruang Wakil Kepala Sekolah untuk membahas permasalahan tersebut. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak saling mengakui kesalahan dan meminta maaf satu sama lain.

“Permasalahan ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, di mana semua pihak sepakat untuk saling memaafkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah dan orang tua siswa berencana mempertemukan para siswa untuk membangun kembali rasa aman dan percaya diri. Langkah ini bertujuan untuk membina hubungan kekeluargaan dan pertemanan di antara mereka.

Meski tidak ada niat untuk membully, Uswatun menilai bahwa tindakan siswa SMA tersebut, meskipun mungkin tanpa sengaja, bisa menimbulkan rasa takut bagi anak-anak TK dan SD. “Tindakan tersebut bisa memicu persepsi bahwa telah terjadi bullying, meski mungkin tanpa niat jahat dari siswa SMA,” ujarnya.

Disdikbud Jawa Tengah juga menyerukan kepada sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Selain itu, pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa juga ditekankan.

“Kami juga mendorong sekolah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya,” tutup Uswatun. (CC02)

Tags: bullystop bully
Previous Post

Kekerasan Anak di Kota Semarang Meningkat, Aktivis Serukan Penanganan Serius

Next Post

MPR Cabut TAP MPRS No. 33/1967, Tuduhan Soekarno Dalangi PKI Tak Terbukti

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Propam Polda Jateng dalami dugaan pengeroyokan Kades Purwasaba Hoho Alkaf di Banjarnegara. (dok. istimewa)
Daerah

Dugaan Pengeroyokan Kades Purwasaba Didalami, Propam Polda Jateng Turun Tangan

17 Maret 2026
MA Muhammadiyah Majenang meraih juara pertama Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026 yang digelar DPW PAN Jateng di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. (dok. istimewa)
Daerah

MA Muhammadiyah Majenang Juara Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026

7 Maret 2026
Next Post
Mantan Presiden RI, Soekarno (dok. Perpustakaan Nasional)

MPR Cabut TAP MPRS No. 33/1967, Tuduhan Soekarno Dalangi PKI Tak Terbukti

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved