Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Viral

PBNU Prihatin Jamaah Aolia di Gunungkidul Lebih Awal Rayakan Idul Fitri

CC-02 by CC-02
8 April 2024
in Viral
0
Jamaah Aolia di Gunungkidul rayakan lebaran lebih awal (dok. Sekilas Gunungkidul)
0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, memilih untuk merayakan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 5 April 2024, sehari sebelum hari yang ditetapkan secara resmi. 

Mereka mengambil keputusan ini dengan alasan bahwa tokoh panutan mereka telah berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, sehingga merasa perlu untuk merayakan Lebaran lebih awal.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, menyampaikan keprihatinannya. 

Gus Fahrur menegaskan bahwa perilaku kelompok masyarakat Aolia tersebut sangat memprihatinkan dan harus dicegah agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

Gus Fahrur juga menekankan pentingnya memahami dan menghormati ketetapan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama Islam. 

“Merayakan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal yang telah ditetapkan secara konsensus oleh umat Islam merupakan bagian dari kesatuan dalam beribadah,” jelasnya, Minggu (7/4/2024).

Selain itu, Gus Fahrur mengingatkan bahwa agama Islam menganut prinsip kebersamaan dalam ibadah, termasuk dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. 

Merayakan Lebaran secara bersama-sama pada tanggal yang sama memperkuat ikatan kebersamaan umat Islam dan meningkatkan rasa persaudaraan di antara mereka.

Fenomena ini juga memicu berbagai diskusi dan perdebatan di kalangan masyarakat tentang pemahaman agama dan praktik keagamaan yang tepat. 

Beberapa pihak mengkritik tindakan kelompok masyarakat Aolia sebagai tindakan yang melenceng dari ajaran Islam yang sejati.

Diharapkan, dengan peringatan yang disampaikan oleh Gus Fahrur dan tanggapan dari berbagai pihak, fenomena merayakan Lebaran duluan ini dapat menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran agama dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

Sementara itu, pemerintah dan lembaga terkait juga diharapkan untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah kemungkinan terulangnya fenomena serupa di masa yang akan datang. 

Langkah edukasi dan penyuluhan tentang ajaran agama yang benar menjadi hal yang penting dalam upaya ini.(CC-01)

Tags: aoliagunungkidulpbnu
Previous Post

KPK Akan Terbitkan Sprindik Baru untuk Edward Omar Sharif Hiariej Pasca Bersaksi di MK

Next Post

Amien Rais Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Related Posts

Konten giveaway Willie Salim disorot setelah pengakuan talent bernama Risky yang menyebut video dibuat terkonsep. (Dok. istimewa)
Viral

Pengakuan Talent Ungkap Dugaan Konten Giveaway Willie Salim Disetting, Ini Klarifikasinya

25 Januari 2026
Gerai toko Roti'O (dok. istimewa)
Viral

BI Tegaskan Uang Tunai Masih Sah, Soroti Kasus Nenek Ditolak Bayar Tunai di Gerai Roti O

22 Desember 2025
Penyanyi Denny Caknan (dok. istimewa)
Viral

Ide Beli Hutan Indonesia Mengemuka di Media Sosial, Pandawara Group dan Denny Caknan Siap Donasi

8 Desember 2025
Bakso Remaja di Solo dinyatakan halal oleh Walikota. (dok. istimewa)
Viral

Viral Bakso Remaja Gading Disebut Nonhalal, Wali Kota Solo Minta Maaf dan Tegaskan Hasil Uji Negatif Babi

5 November 2025
Next Post
Amin Rais. (dok. istimewa)

Amien Rais Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved