Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

60,9 Persen Pemilih Ganjar-Mahfud Karena Kesamaan Etnis dan Suku

CC-02 by CC-02
22 Februari 2024
in Politik
0
Ganjar Pranowo (dok. istimewa)
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count/QC) Litbang Kompas, dengan suara masuk 98,05 persen dari seluruh TPS sampel, didapat persentase terbanyak adalah PDIP 16,26 persen.

Sementara Golkar 14,63 persen, Gerindra 13,50 persen, PKB 10,76 persen.

Nasdem 9,96 persen, PKS 8,40 persen, Demokrat 7,57 persen.

PAN 7,09 persen, PPP 3,90 persen, PSI 2,82 persen, Perindo 1,39 persen, Partai Gelora 0,84 persen.

Partai Hanura 0,83 persen, Partai Buruh 0,68 persen, Partai Ummat 0,48 persen.

PBB 0,39 persen, Partai Garuda 0,28 persen dan PKN 0,22 persen.

Berdasarkan angka tersebut, hanya 8 parpol yang lolos parliamentary threshold 4 persen, atau dapat kursi di DPR.

Sementara Hasil QC dari Charta Politika, berdasarkan 92,30 persen dari TPS sampel, diperoleh data 9 parpol yang lolos ke DPR, dengan urutan dari angka terbanyak PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN PKB, PKS, Partai Nasdem dan PPP.

Jumlah parpol tersebut sama seperti dengan pemilihan legislatif 2019, hanya saja urutan perolehan suaranya yang berbeda.

Hasil dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), berdasarkan sampel yang sudah masuk sebanyak 92,15 persen, didapat hasil 8 parpol lolos parlemen, sama dengan hasil dari Litbang Kompas.

Adapun hasil exit poll Litbang Kompas, menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih Ganjar-Mahfud, sebesar 60,9 persen dari responden, memilih karena kesamaan suku dan etnis.

Bestian Nainggolan, Peneliti Litbang Kompas, menilai temuan tersebut mengagetkan karena Ganjar sering menyuarakan soal keberagaman.

“Setelah kesamaan suku dan etnis, alasan lain pemilih memberikan suara ke Ganjar-Mahfud adalah karena didukung oleh partai politik pilihannya, sebanyak 45 persen,” terangnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).(CC-01)

Tags: ganjarlitbang kompasmahfudpemilih ganjarpilpres 2024
Previous Post

Buron Sejak 2011, Pelaku Pencucian Uang Bank BCA Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Kejaksaan Jawa Tengah

Next Post

Pakar Politik Nilai Campur Tangan Jokowi Menangkan Prabowo-Gibran

Related Posts

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Next Post
Prabowo Subianto menolak tanya jawab dengan para awak media setelah debat kelima Pilpres 2024 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024) malam.

Pakar Politik Nilai Campur Tangan Jokowi Menangkan Prabowo-Gibran

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved