Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

Kalangan Civitas Akademika Kritisi Jokowi Hingga Aparat Jalankan Dinasti Politik

CC-02 by CC-02
6 Februari 2024
in Politik
0
Presiden Jokowi. (dok. Istimewa)
0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Kritik dari kalangan civitas akademika, terhadap cara Presiden Jokowi menjalankan kekuasaan untuk kepentingan pemenangan kontestan tertentu dalam Pemilu 2024 terus muncul bergelombang.

Setelah UGM, UII, UI, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Civitas akademika Universitas Khairun Ternate, Universitas Padjadjaran dan lainnya.

Sabtu (3/2/2024), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga mengeluarkan seruan kebangsaan dan imbauan moral “Mengawal Demokrasi Indonesia yang Berkeadaban”.

UMY menilai, saat ini kerapuhan pondasi bernegara hampir sempurna karena para penyelenggara negara, pemerintah, DPR dan peradilan gagal menunjukkan keteladanan mereka dalam menjaga kepatuhan kepada prinsip-prinsip konstitusi dan etika bernegara.

Puncak dari itu semua adalah dipasungnya hakim MK, oleh ambisi penguasa negeri dan hilangnya etika dalam politik kontestasi jelang Pemilu 2024, tanggal 14 Februari 2024.

UMY mendesak Presiden menjalankan kewajiban konstitusionalnya sebagai penyelenggara negara untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilu 2024, yang jujur dan adil.

Pihaknya juga menuntut para aparat hukum, yakni polisi dan kejaksaan dan birokrasi agar bersikap netral.

Tak terkecuali KPU, Bawaslu, DKPP serta organ yang berada di bawahnya dituntut agar bersikap independen.

Selanjutnya, mendesak partai politik untuk menyetop praktik politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan.

Di sisi lain, sejumlah orang yang menamakan diri Alumni dan Akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia, mengeluarkan maklumat ‘tandingan’ terhadap seruan dari banyak kampus tersebut.

“Indonesia baik-baik saja, dan sedang dalam proses demokrasi pemilu yang sehat dan demokratis,” ucap Tommy Rahaditia dari Universitas Trisakti akademisi PTN se-Indonesia.

Selain Tommy Rahaditia, setidaknya ada 17 orang yang tergabung dalam alumni dan akademisi PTN dan PTS se-Indonesia lainya.

Seperti Kun Nurachadijat dari UI, Alfian Usman dari ITB, Afriyan dari Universitas Pancasila dan Sriharyati dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).(CC-01)

Tags: aparatcivitas akademikajokowipemilu 2024perguruan tinggipilpres 2024
Previous Post

Ganjar Tidak Kaget Luhut Dukung Prabowo-Gibran

Next Post

Dua Insinyur Asal Indonesia Ditahan Aparat Korea Selatan, Ini Penyebabnya

Related Posts

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Next Post
Jet KF-21. (dok. istimewa)

Dua Insinyur Asal Indonesia Ditahan Aparat Korea Selatan, Ini Penyebabnya

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved