Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

Ganjar Singgung Jenderal yang Dulu Menghukum Paslon 02 Terkait HAM Saat Ini Satu Kubu

CC-02 by CC-02
2 Februari 2024
in Politik
0
Ganjar Pranowo (dok. istimewa)
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, PONTIANAK – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo melontarkan sindiran terhadap jenderal yang sebelumnya menghukum Prabowo Subianto atas dugaan pelanggaran HAM.

Ganjar menilai mereka tidak etis karena saat ini mendukung Prabowo sebagai calon presiden nomor urut 2 pada Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Ganjar saat kampanye dan dialog bersama mahasiswa dan generasi Z di Pontianak Convention Center, Pontianak, Kalimantan Barat, belum lama ini.

Awalnya Ganjar ditanya soal pengelolaan HAM di Indonesia.

“Pak, mohon jangan gunakan kampanye ini hanya jika menyangkut pelanggaran HAM. Ini juga yang menjadi harapan kami, kami menuntut agar permasalahan ini segera diselesaikan agar tidak menjadi dokumen yang selalu digunakan dalam pemilu. Kami ingin kebenaran ada, kebenaran ada untuk masyarakat Indonesia,” kata Astarina, salah satu mahasiswa.

Ganjar kemudian menjawab pertanyaan tersebut dan mengenang momen debat pertama Pilpres 2024 saat bertanya kepada Prabowo soal isu HAM.

Ganjar mengatakan pertanyaan itu tidak bias untuk mendiskreditkan Prabowo.

“Jadi ada kaitannya dengan pelanggaran HAM. Kalau menyaksikan debat pertama, sayalah yang berani bertanya langsung di depan Pak Prabowo. Apakah kamu menghinanya? TIDAK. Apakah saya menyebutkan masa lalu? TIDAK. Dia benar sebelumnya. Karena saya ingin memastikan perdebatan ini tidak terjadi lagi setiap pemilihan presiden. Jadi tugas negara untuk memastikan hal itu,” kata Ganjar.

“Jadi pertama-tama saya mengajukan dua pertanyaan: pertama: ‘Jika terpilih, apakah Anda akan membentuk pengadilan hak asasi manusia?’ Karena diperintahkan pada tahun 2009 melalui keputusan DPR tapi sampai saat ini belum ada yang melaksanakan dan sampai saat ini belum ada yang memutuskan dan masih berulang setiap 5 tahun sekali. Saya tanya langsung,” imbuhnya.

Kritik Jenderal

Ganjar kemudian mengkritik sang jenderal atas pertanyaan yang diajukannya.

Ganjar menilai sikap sang jenderal tidak etis.

Sebab, lanjut Ganjar, sang jenderal sebelumnya sempat mengecam pelanggaran HAM terhadap Prabowo, namun kini beralih dukungan.

“Kemudian, beberapa jenderal yang ikut serta dalam hukuman tersebut berkomentar sebagai berikut: ‘Ini adalah pertanyaan yang tidak etis.’ Sangat tidak etis kawan. Sebelum kamu memutuskan, dan hari ini kamu berada di kampnya dan kamu berubah pikiran, saudara yang tidak bermoral,” katanya.

Ganjar mengaku tengah memantau permasalahan terkait pelanggaran HAM.

Dia pun menceritakan momen debat pertama saat dirinya bertanya kepada Prabowo soal pengadilan HAM.

Pihaknya mengatakan, pertanyaan tersebut belum terjawab secara jelas.

“Kemarin saya menerima SMS dari orang tua yang anaknya hilang. Itu pertanyaan kedua, kan? Jika Anda mengetahuinya, mungkin Anda bisa membantu menemukan kuburan mereka agar mereka bisa berziarah. Dan saya dengar Anda bias,” katanya.

“Padahal sebelumnya ayahnya telah menyatakan bahwa ia mengaku menculik putranya. Padahal pengadilan kehormatan militer telah memutuskan bahwa ia bersalah dalam hal tersebut. Jadi kita tidak bisa membohongi republik ini. Makanya integritas harus dijaga,” imbuhnya.(CC-01)

Tags: etikaganjarganjar pranowojenderalpemilu 2024pilpres 2024
Previous Post

Yenny Wahid Nilai Mahfud MD Bagai Peluru Tak Terkendali Dalam Pemberantasan Korupsi

Next Post

Nikmatul Sugiyarto Sorot Sikap Jokowi saat Warga Gunungkidul Dipukuli Aparat: Kenapa Membegal Suara Rakyat?

Related Posts

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)
Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

13 Januari 2026
Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Next Post
Warga Gunungkidul menjadi korban kekerasan aparat karena membawa spanduk dukungan untuk Ganjar saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Gunungkidul.

Nikmatul Sugiyarto Sorot Sikap Jokowi saat Warga Gunungkidul Dipukuli Aparat: Kenapa Membegal Suara Rakyat?

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • KPK Sita Rp 2,6 Miliar dalam Kasus Jual-Beli Jabatan Perangkat Desa Bupati Pati Sudewo
  • KNKT Pastikan Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros dalam Kondisi Normal
  • Basarnas Pastikan Misteri Langkah Kaki Smartwatch Ko-Pilot ATR Maros Rekaman Bulan Lalu
  • KPK Tetapkan Bupati Pati Sudewo Tersangka Kasus Pemerasan Pengisian Perangkat Desa
  • Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Miliaran Terkait Pengangkatan Perangkat Desa

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved