PANDUGA.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 1.000 dosis vaksin booster untuk masyarakat.
Vaksin dimaksudkan untuk mencegah kembalinya infeksi virus corona baru setelah pandemi berakhir.
“Kementerian Kesehatan telah menginformasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa akan dilakukan pemberian vaksin sebanyak 1.000 dosis pada Selasa (12/12/2023),” kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu, Senin (11/12/2023) di Semarang.
Ita, sapaan akrab Hevearita, menjelaskan, penyediaan logistik vaksin COVID-19 merupakan langkah mengatasi penularan COVID-19 seiring kembali terdeteksinya kasus corona di Kota Semarang.
Ia juga mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi booster COVID-19 agar segera menghubungi Puskesmas setempat agar dapat menerima vaksin tersebut.
“Masyarakat tidak perlu panik, dalam perjalanan harap tetap mematuhi protokol kesehatan dan perbanyak makan makanan bergizi,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan
Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, mengatakan 1.000 vaksinasi tambahan yang disiapkan untuk mencegah penyebaran virus corona baru berasal dari Inovac.
“Sebenarnya hampir sama dengan Sinovac. Efektivitasnya (setelah vaksinasi) berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang demam setelah disuntik, ada pula yang tidak merasakan apa-apa setelah disuntik,” ujarnya.
Oleh karena itu, sebelum melakukan vaksinasi, perlu dipastikan kondisi tubuh dalam kondisi prima, namun jika terjadi gangguan kesehatan seperti influenza sebaiknya ditunda, ujarnya.
Dari 1.000 dosis vaksin COVID-19, tidak mungkin menjangkau seluruh masyarakat karena kemudian didistribusikan ke 37 Puskesmas di berbagai daerah.
“Saat ini kami sedang mendistribusikan 1.000 dosis vaksin ke 37 puskesmas. Kami berharap 1.000 dosis ini akan membantu mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.
Hakam menjelaskan bahwa vaksinasi booster akan sangat membantu, misalnya pada tiga kasus COVID-19 baru-baru ini di Kota Semarang yang gejalanya ringan dan hanya memerlukan isolasi mandiri.
“Jika Anda sudah mendapat suntikan, Anda sudah mendapatkan vaksinnya dan jika virus masuk ke dalam tubuh Anda, Anda sudah mengetahuinya. Keluhan gejala ringan. Seperti ketiga pasien tersebut, gejalanya ringan dan tidak perlu ke rumah sakit,” tegas Hakam.
Tiga kasus virus corona baru ditemukan setelah pandemi panjang berakhir.
Kasus pertama adalah seorang wanita berusia 36 tahun dari Sendangmulyo Kecamatan Tembalang yang tidak memiliki riwayat perjalanan internasional namun pernah melakukan kontak dengan rekannya yang berobat di Singapura.
Penderita kedua adalah perempuan warga Mijen berusia 52 tahun yang bekerja di salah satu universitas swasta di Kota Semarang dan melakukan perjalanan ke Singapura pada tanggal 29 November hingga 3 Desember 2023.
Sedangkan yang ketiga adalah perempuan berusia 43 tahun warga Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, yang bekerja sebagai pendamping perjalanan untuk kasus kedua di Singapura.(CC-01)






Discussion about this post