Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Dua Anak SD dan TK di Semarang Jadi Korban Bullying Siswa SMA

CC-02 by CC-02
6 September 2024
in Daerah
0
bully
0
SHARES
3
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2 dan Taman Kanak-kanak (TK) di Semarang menjadi korban perundungan oleh siswa SMA di sebuah kompleks sekolah swasta Katolik yang berlokasi di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Pekunden, Semarang. Orang tua kedua anak tersebut telah meminta bantuan tim hukum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang untuk mengadukan kasus ini ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Ivana, ibu dari kedua korban, menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anak-anaknya. “Anak saya yang SD dihalangi untuk keluar kelas oleh siswa SMA tersebut. Sedangkan anak saya yang TK, dinaikkan ke atas meja, lampu ruangan dimatikan, dan tidak diizinkan turun. Mereka bahkan merekam kejadian itu hingga anak saya menangis ketakutan,” ungkap Ivana pada Rabu (4/9/2024).

Permasalahan bermula dari informasi yang diterima siswa SMA bahwa anak-anak SD di kompleks sekolah tersebut dianggap mengganggu, seperti mengetuk-ngetuk pintu dan bermain dengan jendela. “Padahal, anak saya yang besar baru sekali menyentuh jendela, dan anak saya yang kecil sama sekali tidak melakukan hal tersebut. Namun, mereka justru diperlakukan tidak semestinya,” tambahnya.

Ivana mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah dua kali melakukan mediasi, namun belum ada tindak lanjut yang konkret. “Anak-anak saya sekarang menjadi takut. Mereka tidak berani melewati area SMA, padahal itu adalah jalan menuju kelas mereka,” katanya dengan nada prihatin.

Ia juga menyatakan bahwa hingga kini belum mengetahui identitas pelaku perundungan terhadap anak-anaknya, meskipun pihak sekolah berjanji akan mempertemukannya dengan orang tua pelaku. “Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya. Saya sudah mengadu ke bidang hukum PSI Kota Semarang dan DP3A Kota Semarang,” tegas Ivana.

Ketua PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. “Kami sangat peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga. Jangan sampai mereka mengalami kekerasan, baik fisik maupun psikologis. Negara harus menjamin tumbuh kembang anak dengan baik,” ujarnya.

Bangkit berharap agar UPTD terkait dapat memberikan penanganan yang efektif dalam kasus ini. Ia juga mendorong pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam memantau dan mencegah terjadinya tindakan yang merugikan siswa. “Kami berharap ada langkah konkret agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

Petugas DP3A Kota Semarang, Supati, mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut dan telah melakukan asesmen awal untuk konseling psikologis. “Kami akan menindaklanjuti permintaan pelapor dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah. Pelapor meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius dan pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai,” jelasnya. (CC02)

Tags: bullysemarang
Previous Post

Polisi Tangkap Dua Pencuri Motor di Salatiga, Keduanya Warga Boyolali

Next Post

Tanggapan Sepele Kadis Pendidikan Kota Semarang Soal Siswa SMA Bully Bocah TK dan SD: Cuma Iseng

Related Posts

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
Daerah

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang

4 Februari 2026
Kasus keracunan siswa SMAN 2 Kudus di program MBG diikuti dugaan intimidasi pergantian penyedia SPPG. (dok. istimewa)
Breaking News

Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG

4 Februari 2026
Link pendaftaran event lari HUT ke-76 Suara Merdeka diduga dibajak pihak tak bertanggung jawab. (dok. istimewa)
Breaking News

Waspada! Link Pendaftaran Event Lari HUT ke-76 Suara Merdeka Diduga Scam dan Curi Akun Telegram

14 Januari 2026
Kereta api (dok. DAOP 4 KAI Semarang)
Daerah

KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri

14 Januari 2026
Next Post
bully

Tanggapan Sepele Kadis Pendidikan Kota Semarang Soal Siswa SMA Bully Bocah TK dan SD: Cuma Iseng

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved