PANDUGA.ID, KUDUS – Kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus memunculkan sejumlah informasi baru di lapangan, termasuk dugaan adanya tekanan dalam proses pergantian penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seorang pegawai SMA Negeri 2 Kudus yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, pihak sekolah sebelumnya telah bekerja sama dengan SPPG Yayasan Srikandi Glantengan.
Selama kerja sama tersebut, ia menyebut tidak pernah ada keluhan dari siswa terkait menu MBG.
“Selama beberapa bulan menerima MBG dari SPPG Glantengan baik-baik saja. Siswa pun merasa puas dengan kualitas dan layanan SPPG Glantengan,” ujarnya.
Namun, menurut sumber tersebut, sejak 8 Desember 2025 pihak sekolah disebut mulai beralih ke penyedia baru, yakni SPPG Purwosari.
Dapur gizi SPPG Purwosari diketahui berlokasi di kawasan pabrik pengolahan kapas milik PT Perkebunan Nusantara IX.
Dalam proses perpindahan tersebut, beredar kabar adanya dugaan tekanan dari sejumlah pihak.
Sumber internal sekolah menyebut, sejak awal pihaknya merasa kurang yakin dengan pelayanan SPPG Purwosari.
Ia juga menuturkan, saat proses peralihan berlangsung, ada sosok yang disebut sebagai anggota DPRD Kudus datang bersama aparat ke sekolah.
Kedatangan tersebut, menurutnya, untuk meminta pihak sekolah beralih bekerja sama dengan SPPG Purwosari.
“Anggota dewan itu tampak arogan dan mengancam pihak sekolah jika tak mau beralih mendapatkan distribusi MBG di SPPG Purwosari,” katanya.
Sumber tersebut juga menyebut adanya ancaman terhadap posisi kepala sekolah apabila permintaan itu tidak dipenuhi.
“Bahkan anggota dewan itu sempat mengancam akan memindahkan kepala sekolah ke kabupaten lain, jika keinginannya tidak dipenuhi,” lanjutnya.
Meski demikian, pihak sekolah tidak menyebutkan secara terbuka identitas sosok anggota DPRD yang dimaksud.
Namun berdasarkan penelusuran informasi yang didapatkan Panduga.id, SPPG Purwosari yang sebabkan keracunan siswa milik Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistyo dari Partai Gerindra.
“Infonya begitu (milik Sulistyo),” ujar informan tersebut.
Kuat dugaan intimidasi yang sempat disampaikan oleh pegawai SMAN 2 Kudus dilakukan oleh Sulistyo bersama aparat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kudus, pengelola SPPG Purwosari, maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.






Discussion about this post