Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga by Panduga
29 Januari 2026
in Kesehatan
0
Dua kasus virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat, India. (dok. istimewa)

Dua kasus virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat, India. (dok. istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Kemunculan kembali virus Nipah di India memicu kewaspadaan di berbagai negara Asia. Pemerintah India dilaporkan bergerak cepat setelah dua kasus infeksi terkonfirmasi di wilayah Benggala Barat, sementara ratusan kontak erat telah dikarantina sebagai langkah pencegahan penyebaran.

Meski seluruh kontak yang dipantau dilaporkan negatif dan tanpa gejala, kemunculan kasus ini kembali mengingatkan dunia pada potensi ancaman penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular lintas negara.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah dari genus Pteropus. Penularan dapat terjadi melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi

  • Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar

  • Penularan antar manusia melalui cairan tubuh

Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1999 saat wabah menyerang peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Belum Ada Vaksin, Tingkat Kematian Tinggi

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengatasi infeksi virus Nipah. Penanganan medis bersifat suportif untuk meredakan gejala dan komplikasi.

Berbagai wabah sebelumnya menunjukkan angka kematian berkisar 40–75 persen, tergantung pada lokasi kejadian dan karakteristik virus. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Nipah sebagai patogen prioritas berisiko tinggi.

Gejala Awal Mirip Flu, Bisa Berujung Radang Otak

Infeksi Nipah sulit dikenali di tahap awal karena gejalanya menyerupai penyakit umum. Masa inkubasi biasanya 4 hingga 21 hari, namun bisa lebih lama.

Gejala awal meliputi:

  • Demam mendadak

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Kelelahan

  • Rasa tidak enak badan

Sebagian pasien juga mengalami gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Komplikasi paling berbahaya adalah ensefalitis (radang otak) yang ditandai kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.

Penyintas pun berisiko mengalami dampak neurologis jangka panjang, seperti kejang berulang dan perubahan kepribadian. Dalam kasus langka, radang otak bisa kambuh berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah infeksi awal.

Bandara Asia Perketat Pemeriksaan

Munculnya kasus di India membuat sejumlah negara Asia meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional. Beberapa bandara kembali menerapkan skrining kesehatan seperti:

  • Pemeriksaan suhu tubuh

  • Deklarasi kesehatan penumpang

  • Pengawasan kedatangan dari wilayah terdampak

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lintas negara, mengingat virus Nipah memiliki potensi wabah dengan dampak fatal.

Pentingnya Kewaspadaan Dini

Otoritas kesehatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan, menghindari konsumsi makanan mentah yang berisiko terkontaminasi, serta membatasi kontak dengan hewan liar, khususnya kelelawar dan hewan ternak yang sakit.

Kewaspadaan dini menjadi kunci utama, mengingat virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan belum ada perlindungan vaksin.

Tags: ensefalitisgejala virus nipahkelelawar buahkesehatan globalnipah benggala baratpenyakit menularpenyakit zoonosisvirus mematikanvirus nipahwabah nipah india
Previous Post

Peneliti Sebut Ikan Sapu-sapu Berpotensi Jadi Pangan Bergizi, Kandungan Protein Lampaui SNI

Next Post

TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin

Related Posts

Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (dok. istimewa)
Kesehatan

Peneliti Sebut Ikan Sapu-sapu Berpotensi Jadi Pangan Bergizi, Kandungan Protein Lampaui SNI

25 Januari 2026
Banyak pembaca Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku sesak dada dan menangis (dok. istimewa)
Kesehatan

Mengapa Membaca Buku Broken Strings Bisa Bikin Sesak Dada dan Menangis? Ini Penjelasan Psikolog

14 Januari 2026
Siswa di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar alami keracunan MBG (dok. istimewa)
Kesehatan

Lima Siswa SMP di Tawangmangu Dirujuk ke RSUD Karanganyar Akibat Keracunan MBG

9 Oktober 2025
Ilustrasi minuman manis kemasan akan dikenakan cukai pada 2026 (dok. istimewa)
Breaking News

Pemerintah Akan Terapkan Cukai Minuman Manis dalam Kemasan pada 2026

25 Agustus 2025
Next Post
TNI melalui Kodim 0501/Jakarta Pusat memberi bantuan kepada Suderajat, pedagang es gabus korban kekerasan di Kemayoran. (dok. istimewa)

TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved