Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Mengapa Membaca Buku Broken Strings Bisa Bikin Sesak Dada dan Menangis? Ini Penjelasan Psikolog

Panduga by Panduga
14 Januari 2026
in Kesehatan
0
Banyak pembaca Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku sesak dada dan menangis (dok. istimewa)

Banyak pembaca Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku sesak dada dan menangis (dok. istimewa)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Banyak pembaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku mengalami reaksi fisik yang tidak biasa. Ada yang merasakan dada sesak, jantung berdebar kencang, hingga tiba-tiba menangis tanpa bisa menahan emosi saat menyelami kisah kelam sang aktris.

Buku ini memang memuat cerita yang berat. Aurelie menuturkan pengalaman traumatisnya menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun, hingga akhirnya dipaksa menikah di bawah ancaman. Namun muncul pertanyaan besar: mengapa kisah orang lain bisa membuat tubuh kita ikut merasa sakit?

Emosi Bisa “Menular” ke Tubuh Pembaca

Psikolog RS Dr. Oen Solo Baru, Yustinus Joko Dwi Nugroho, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa reaksi tersebut wajar secara psikologis. Ada mekanisme saraf di otak manusia yang membuat emosi orang lain bisa terasa sangat nyata.

“Otak manusia memiliki sistem saraf yang disebut mirror neuron. Sistem ini membuat kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, seolah-olah kita sedang menyaksikan kejadian itu secara langsung,” jelas Yustinus.

Fenomena ini dikenal sebagai emotional contagion atau penularan emosi. Saat pembaca tenggelam dalam cerita penuh tekanan batin, otak akan memproses narasi tersebut sebagai pengalaman emosional yang nyata.

Trauma Lama Bisa Aktif Kembali

Menurut Yustinus, reaksi akan lebih kuat pada pembaca yang pernah mengalami kejadian serupa di masa lalu. Dalam kondisi ini, otak bisa mengaktifkan kembali ingatan traumatis yang tersimpan di alam bawah sadar.

“Ingatan traumatis tidak tersimpan seperti ingatan biasa. Ia bisa muncul dalam bentuk sensasi tubuh atau potongan gambar. Itu sebabnya tubuh bisa bereaksi lebih dulu, seperti sesak napas atau gemetar, sebelum pikiran menyadarinya,” ujarnya.

Inilah alasan mengapa sebagian pembaca merasa tubuhnya “diserang” secara fisik saat membaca kisah trauma, meski mereka hanya berinteraksi lewat tulisan.

Healing atau Justru Retraumatisasi?

Aurelie berharap Broken Strings menjadi sarana penyembuhan batin sekaligus peringatan tentang hubungan toksik. Namun, Yustinus mengingatkan bahwa proses healing yang sehat harus membuat seseorang merasa aman dan terkendali.

“Jika setelah membaca Anda justru merasa terpuruk, cemas berkepanjangan, atau sulit tidur, itu bukan healing. Itu adalah retraumatisasi, yaitu luka lama terbuka kembali tanpa dukungan yang cukup,” tegasnya.

Artinya, tidak semua orang berada di kondisi psikologis yang aman untuk mengonsumsi konten trauma secara mendalam.

Kenali Tanda Emotional Overload

Tubuh sebenarnya memberikan sinyal jelas saat kondisi mental sudah kewalahan. Yustinus menyarankan pembaca segera berhenti membaca sejenak jika mengalami tanda-tanda berikut:

Tanda Fisik:

  • Dada terasa sesak

  • Napas pendek

  • Pusing atau mual

  • Tangan gemetar

Tanda Emosional:

  • Menangis hebat tiba-tiba

  • Merasa kosong atau mati rasa

Tanda Pikiran:

  • Sulit fokus

  • Pikiran terus kembali ke pengalaman buruk masa lalu

Jika gejala ini muncul, penting untuk berhenti, menenangkan diri, dan mencari dukungan dari orang terdekat atau profesional kesehatan mental.

Mendengarkan Tubuh adalah Bentuk Merawat Diri

Membaca kisah trauma bisa membuka empati, namun mendengarkan batas tubuh sendiri adalah bentuk self-care. Tidak ada kewajiban untuk menuntaskan buku jika kondisi mental belum siap.

Sebagaimana pesan psikolog, healing bukan tentang memaksa diri kuat, melainkan memberi ruang aman bagi diri sendiri.

Tags: Aurelie MoeremansBroken Stringsbuku traumaemotional contagionhealingkesehatan mentalmirror neuronpsikologtrauma psikologis
Previous Post

Polda Metro Terima Permohonan Restorative Justice Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Next Post

Paket HP Nokia Baru Tiba Setelah 16 Tahun, Kisah Pria Libya yang Viral di Media Sosial

Related Posts

Dua kasus virus Nipah terkonfirmasi di Benggala Barat, India. (dok. istimewa)
Kesehatan

Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

29 Januari 2026
Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (dok. istimewa)
Kesehatan

Peneliti Sebut Ikan Sapu-sapu Berpotensi Jadi Pangan Bergizi, Kandungan Protein Lampaui SNI

25 Januari 2026
Siswa di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar alami keracunan MBG (dok. istimewa)
Kesehatan

Lima Siswa SMP di Tawangmangu Dirujuk ke RSUD Karanganyar Akibat Keracunan MBG

9 Oktober 2025
Ilustrasi minuman manis kemasan akan dikenakan cukai pada 2026 (dok. istimewa)
Breaking News

Pemerintah Akan Terapkan Cukai Minuman Manis dalam Kemasan pada 2026

25 Agustus 2025
Next Post
Seorang pria di Tripoli, Libya, baru menerima paket ponsel Nokia yang dipesan pada 2010. (dok. istimewa)

Paket HP Nokia Baru Tiba Setelah 16 Tahun, Kisah Pria Libya yang Viral di Media Sosial

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved