Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kades Ungkap Tanda-tanda Sebelum Longsor di Cilacap, Lili: Dua Hari Sebelumnya Sudah Ada Retakan

CC-01 by CC-01
14 November 2025
in Breaking News, Nasional
0
Tanah longsor melanda Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, menimbun 16 rumah. (dok. BPBD)

Tanah longsor melanda Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, menimbun 16 rumah. (dok. BPBD)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, CILACAP – Tanah longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (14/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Material longsor dari perbukitan di perbatasan Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan menimbun sedikitnya 16 rumah warga.

Kepala Desa Cibeunying, Lili Warli, mengatakan tanda-tanda pergerakan tanah telah terlihat sejak dua hari sebelumnya akibat hujan berintensitas tinggi.

Tiga Korban Meninggal, 20 Orang Masih Dicari

Hingga Jumat (14/11/2025), tiga warga ditemukan meninggal dunia, sementara 20 warga masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian.

Sebanyak 46 warga berhasil dievakuasi pada malam kejadian, dengan rincian dua meninggal dan satu selamat dari timbunan material.

Peringatan Dini Tidak Sempat Menjangkau Seluruh Warga

Lili menjelaskan bahwa warga di Dusun Cibuyut sebenarnya sudah diingatkan untuk mengungsi. Namun, Dusun Tarukahan belum sempat diberi peringatan karena sebelumnya dianggap relatif aman.

“Untuk yang di atas sudah kita ingatkan. Tapi untuk Tarukahan menurut prediksi kami tidak terjadi, sehingga kami belum sempat mengingatkan,” kata Lili.

Adapun dampak longsor cukup besar, yakni:

  • Dusun Tarukahan terdampak: 65 KK

  • Dusun Cibuyut terdampak: 250 KK

  • Rumah tertimbun: 8 rumah di Tarukahan, 8 rumah di Cibuyut

Warga Mengungsi, Rumah Sekitar Lokasi Terancam

Sebagian warga yang selamat mengungsi ke rumah keluarga, sementara sebagian lainnya mengungsi di balai desa.

Lili menegaskan bahwa rumah-rumah di sekitar lokasi longsor juga berada dalam kondisi terancam.

Pemerintah desa kini menunggu arahan dari Pemkab Cilacap, Basarnas, dan instansi terkait terkait langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga ke lokasi yang lebih aman.

Pemakaman Korban Dilakukan di Pemakaman Umum

Desa menyiapkan lokasi pemakaman umum di Dusun Tarukahan untuk tiga korban yang telah ditemukan.
Tidak akan ada pemakaman massal, mengingat masing-masing korban masih memiliki keluarga di wilayah tersebut.

Evakuasi Terhambat Akses Jalan dan Kondisi Tanah

Proses pencarian terhadap 20 korban yang masih tertimbun menghadapi berbagai kendala. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa medan yang sulit menjadi hambatan utama.

“Akses jalan sempit dan labil, tidak bisa dilalui alat berat besar. Penyusunan alat berat harus dilakukan bertahap,” ujarnya.

Untuk mempercepat operasi, tim SAR dibagi menjadi lima sektor pencarian karena area terdampak cukup luas.(CC-01)

Tags: basarnas cilacapbencana alam cilacapBerita Jatengcuaca ekstremdesa cibeunyingevakuasi longsorkebencanaanlongsor majenangrumah tertimbun tanah longsortanah longsor cilacap
Previous Post

Kekosongan Takhta PB XIII: Menguak Deretan Keturunan dan Dua Calon Penerus Keraton Kasunanan Surakarta

Next Post

AKBP B Dipatsus 20 Hari, Diduga Langgar Kode Etik Terkait Kematian Dosen Untag Semarang

Related Posts

Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya

25 Maret 2026
Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 11 Semarang dihentikan sementara usai dugaan keracunan 75 siswa. (dok. istimewa)
Nasional

Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman

25 Maret 2026
Pegawai SPPG Purbalingga dipecat usai status WhatsApp menyebut “rakyat jelata” viral. (dok. istimewa)
Breaking News

Viral Status WhatsApp Singgung “Rakyat Jelata”, Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat

17 Maret 2026
Kondisi Andrie Yunus stabil usai disiram air keras. (dok. istimewa)
Nasional

Andrie Yunus Stabil Usai Disiram Air Keras, RSCM Ungkap Luka Bakar 20 Persen dan Trauma Mata

17 Maret 2026
Next Post
Polda Jateng memutuskan menempatkan AKBP Basuki dalam penempatan khusus selama 20 hari terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus kematian dosen Untag Semarang. (dok. Polda Jateng)

AKBP B Dipatsus 20 Hari, Diduga Langgar Kode Etik Terkait Kematian Dosen Untag Semarang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved