Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Viral ChatGPT Bisa Hasilkan Gambar Ala Studio Ghibli, Begini Cara Buatnya

CC-01 by CC-01
28 Maret 2025
in Teknologi
0
Gambar buatan AI menggunakan ChatGPT dengan gaya ala Studio Ghibli (dok. istimewa)

Gambar buatan AI menggunakan ChatGPT dengan gaya ala Studio Ghibli (dok. istimewa)

0
SHARES
80
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – OpenAI kembali membuat gebrakan dengan meningkatkan kemampuan ChatGPT yang kini bisa menghasilkan gambar secara langsung. Dengan dukungan model AI terbaru GPT-4o, fitur ini memungkinkan pengguna membuat ilustrasi dalam berbagai gaya, termasuk yang tengah viral: gaya Studio Ghibli.

Studio Ghibli adalah rumah animasi asal Jepang yang terkenal dengan visual khasnya yang penuh warna pastel lembut, pencahayaan hangat, serta nuansa magis yang mengangkat cerita kehidupan sehari-hari. Beberapa film terkenalnya antara lain:
– Spirited Away (2001)
– Princess Mononoke (1997)
– Howl’s Moving Castle (2004)
– My Neighbor Totoro (1988)

Sejak fitur ini diluncurkan, media sosial pun dibanjiri gambar ala Studio Ghibli hasil kreasi ChatGPT. Banyak pengguna membagikan potret mereka yang diubah menjadi karakter anime dengan sentuhan khas Ghibli, seperti efek warna pastel dan latar belakang fantasi yang estetik.

Bagaimana Cara Membuat Gambar Ala Studio Ghibli di ChatGPT?

Untuk mengikuti tren ini, pengguna cukup mengunggah foto ke ChatGPT dan mengetik perintah berikut:

  • “Turn this image into Studio Ghibli version”

  • “Create a Studio Ghibli version of this image”

  • “Make this photo look like a scene from a Ghibli movie”

Namun, tidak semua pengguna bisa mengakses fitur ini. Sejumlah pengguna gratis melaporkan bahwa mereka mendapatkan pesan penolakan karena kebijakan konten OpenAI. CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa fitur ini masih dirilis secara bertahap dan untuk sementara hanya tersedia bagi pelanggan berbayar.

Kekhawatiran Pelanggaran Hak Cipta

Di balik tren ini, muncul perdebatan hukum terkait hak cipta. Beberapa ahli khawatir bahwa teknologi AI generatif yang mampu menciptakan ulang gaya seni tertentu bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

Menurut Evan Brown, pengacara kekayaan intelektual dari firma hukum Neal & McDevitt, gaya visual tidak secara eksplisit dilindungi oleh hak cipta. Artinya, OpenAI tidak secara hukum melanggar aturan hanya dengan membuat gambar yang menyerupai film-film Ghibli.

Namun, pertanyaan utamanya adalah apakah AI ini dilatih menggunakan materi berhak cipta? Jika iya, maka OpenAI bisa menghadapi tuntutan hukum.

Sebelumnya, beberapa perusahaan besar seperti The New York Times telah menggugat OpenAI karena diduga menggunakan konten berhak cipta tanpa izin atau kompensasi. Gugatan serupa juga diajukan terhadap Meta dan Midjourney, startup AI yang berfokus pada pembuatan gambar.

Apakah menciptakan ulang gaya khas studio besar seperti Ghibli dianggap sebagai inspirasi kreatif atau pelanggaran hak cipta? Jawaban atas pertanyaan ini bisa menjadi preseden penting bagi industri kreatif di era AI.(CC-01)

Tags: AI ArtChatGPTGPT-4oHak Cipta AIHayao MiyazakiOpenAIOpenAI LawsuitStudio GhibliTeknologi AI
Previous Post

KSAL TNI AL Janji Pecat Anggota yang Diduga Bunuh Juwita Wartawati di Kalsel

Next Post

IHSG Naik 4,03% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp11.126 Triliun

Related Posts

Seorang pria di Tripoli, Libya, baru menerima paket ponsel Nokia yang dipesan pada 2010. (dok. istimewa)
Teknologi

Paket HP Nokia Baru Tiba Setelah 16 Tahun, Kisah Pria Libya yang Viral di Media Sosial

14 Januari 2026
SanDisk resmi menghentikan lini SSD WD Blue dan WD Black. (dok. istimewa)
Teknologi

SanDisk Resmi Hentikan SSD WD Blue dan WD Black, Seluruh Produk Beralih ke Merek SanDisk

13 Januari 2026
Mobil BYD (dok. BYD)
Teknologi

BYD Tarik Lebih dari 115 Ribu Mobil karena Masalah Komponen, Ini Daftarnya

20 Oktober 2025
Logo baru Google (dok. istimewa)
Teknologi

Google Perbarui Logo “G” Setelah 10 Tahun, Kini Tampilkan Gradasi Warna yang Lebih Hidup

13 Mei 2025
Next Post
IHSG di antara bursa saham Asia (dok. istimewa)

IHSG Naik 4,03% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp11.126 Triliun

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved