PANDUGA.ID, BANDUNG – Polda Jawa Barat mencatat sebanyak 10 kantong jenazah korban bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI). Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, satu kantong berisi bagian tubuh korban, sementara tiga kantong lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan tiga lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra, Sabtu (24/1/2026).
Proses Identifikasi Terkendala Cuaca
Hendra menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan, meski dihadapkan pada keterbatasan akibat cuaca ekstrem di lokasi bencana.
Beberapa bagian tubuh korban telah memiliki pembanding sidik jari, sehingga memudahkan proses identifikasi.
“Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh berupa kaki dan lainnya masih dalam proses identifikasi melalui data ante-mortem dan post-mortem,” jelasnya.
71 Orang Masih Dilaporkan Hilang
Selain proses identifikasi, pencarian korban longsor masih terus dilakukan. Berdasarkan laporan terakhir dari posko pengaduan pada pukul 16.00 WIB, jumlah korban yang dilaporkan hilang masih cukup besar.
“Masih terdapat sekitar 71 orang yang dilaporkan hilang,” tambah Hendra.
Bantuan Logistik untuk Korban
Polda Jabar juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak longsor. Bantuan tersebut meliputi sembako dan pendirian dapur lapangan guna membantu penyediaan makanan bagi para pengungsi di lokasi bencana.






Discussion about this post