Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

AKBP B Dipatsus 20 Hari, Diduga Langgar Kode Etik Terkait Kematian Dosen Untag Semarang

CC-01 by CC-01
20 November 2025
in Breaking News, Daerah
0
Polda Jateng memutuskan menempatkan AKBP Basuki dalam penempatan khusus selama 20 hari terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus kematian dosen Untag Semarang. (dok. Polda Jateng)

Polda Jateng memutuskan menempatkan AKBP Basuki dalam penempatan khusus selama 20 hari terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus kematian dosen Untag Semarang. (dok. Polda Jateng)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Tengah menetapkan AKBP B (56) alias Basuki sebagai terduga pelanggar kode etik dalam kasus yang berkaitan dengan kematian D (35), seorang dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. AKBP B diputuskan menjalani penempatan khusus (patsus) selama 20 hari, mulai 19 November hingga 8 Desember 2025.

Keputusan tersebut diambil setelah Bid Propam menggelar pemeriksaan pada Rabu (19/11/2025) petang. Dari hasil pemeriksaan, AKBP B diduga melanggar Kode Etik Profesi Polri karena tinggal bersama seorang wanita berinisial DLV tanpa ikatan perkawinan yang sah.

“AKBP B diduga melakukan pelanggaran kode etik berupa tinggal bersama seorang wanita berinisial DLV tanpa perkawinan yang sah,” ujar Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Saiful Anwar, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Saiful Anwar menegaskan bahwa penempatan khusus tersebut merupakan langkah untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan.

“Penempatan khusus ini dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik. Ini langkah awal agar proses berlangsung transparan dan terukur,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polda Jateng berkomitmen menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Setiap anggota Polri yang diduga melanggar aturan akan diproses sesuai ketentuan, tanpa pengecualian.

Sebelumnya, D (35), dosen Untag Semarang asal Purwokerto, ditemukan meninggal dunia pada Senin (17/11/2025) di sebuah kamar kos/hotel di wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang. Korban diketahui menginap bersama seorang pria berinisial B (56).

Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, menyebut korban diduga meninggal dunia karena sakit. Investigasi awal menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil pemeriksaan Inafis dan dokter RSUP Dr Kariadi.

“(Korban) berdua dengan seseorang satu kamar. Namun kami belum bisa memastikan hubungan keduanya,” kata AKP Nasoir, Selasa (18/11/2025).

Ia menambahkan bahwa pria yang bersama korban tidak diamankan, hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Korban sebelumnya juga sempat berobat dua hari berturut-turut di RS Tlogorejo sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.(CC-01)

Tags: AKBP BBerita Jatengdosen Untag Semaranginvestigasi polisiKasus Semarangkematian di GajahmungkurKode Etik Polripatsus Polripelanggaran etik polisipenyelidikan Polda JatengPropam Polda Jateng
Previous Post

Kades Ungkap Tanda-tanda Sebelum Longsor di Cilacap, Lili: Dua Hari Sebelumnya Sudah Ada Retakan

Next Post

Korban Meninggal Longsor Banjarnegara Bertambah Jadi 3 Orang, 25 Warga Masih Hilang

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya

25 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Pegawai SPPG Purbalingga dipecat usai status WhatsApp menyebut “rakyat jelata” viral. (dok. istimewa)
Breaking News

Viral Status WhatsApp Singgung “Rakyat Jelata”, Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat

17 Maret 2026
Next Post
Korban longsor di Dusun Situkung, Banjarnegara, bertambah menjadi tiga orang sementara 25 lainnya masih dalam pencarian. (dok. BPBD)

Korban Meninggal Longsor Banjarnegara Bertambah Jadi 3 Orang, 25 Warga Masih Hilang

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved