Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Mediasi Akses Rumah Juladi Si Orang Tua Siswi SD Viral Tak Dihadiri, Pemkot Semarang Tetap Upayakan Solusi

CC-01 by CC-01
1 Agustus 2025
in Daerah
0
Kadisdik Kota Semarang Bambang Pramusinto saat berdialog dengan Juladi, ayah siswi SD yang viral sekolah menyeberangi sungai gegara akses rumah ditutup (dok. istimewa)

Kadisdik Kota Semarang Bambang Pramusinto saat berdialog dengan Juladi, ayah siswi SD yang viral sekolah menyeberangi sungai gegara akses rumah ditutup (dok. istimewa)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG — Upaya mediasi terkait kasus viral siswi SD yang harus berangkat sekolah dengan melintasi sungai kembali dilakukan oleh sejumlah pihak pada Kamis (31/7/2024). Namun, Juladi Boga Siagian selaku orang tua siswi tidak hadir dalam pertemuan yang seharusnya digelar di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah pihak, di antaranya kuasa hukum pemilik lahan Sri Rejeki, Roberto Sinaga, Camat Gajahmungkur Puput Widhiatmoko, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto. Mediasi ini merupakan lanjutan dari konflik soal penutupan akses rumah Juladi yang berdampak pada putrinya, sehingga harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah.

Karena Juladi tidak hadir dalam forum mediasi, Camat dan Kepala Dinas Pendidikan mendatangi langsung kediaman Juladi yang akses masuknya tertutup seng. Mereka sempat berdialog melalui pagar dengan Juladi serta istrinya, Imelda Tobing (55), yang mengaku khawatir anaknya akan mengalami perundungan di sekolah.

“Sampai kapan, Pak? Tolonglah, Pak. Anak saya gimana sekolahnya, takut kalau di-bully,” ungkap Imelda.

Juladi menyampaikan alasan ketidakhadirannya karena merasa tidak percaya diri untuk hadir tanpa didampingi pengacara.

“Saya nanti ada lawyer. Kalau sendiri saya nggak berani. Saya takut kalau salah-salah,” ujarnya.

Mediasi Dijadwalkan Ulang

Camat Gajahmungkur Puput Widhiatmoko mengatakan, pihaknya masih optimistis dapat menemukan solusi. Ia menyebutkan bahwa mediasi lanjutan akan dilakukan pada Jumat (1/8/2024) di kantor kelurahan.

“Insyaallah sudah ada titik terang terkait penutupan akses. Besok pagi kami akan rembugan lagi, dan Pak Juladi akan kami hadirkan di Kelurahan Bendan Ngisor,” ucap Puput.

Kepala Dinas Pendidikan Bambang Pramusinto juga menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk menjaga kenyamanan dan keberlangsungan pendidikan bagi anak Juladi.

“Saya menyempatkan untuk mendampingi penyelesaian sengketa ini karena berkaitan dengan hak anak untuk bersekolah,” ujarnya.

Posisi Hukum Lahan Masih Sengketa

Kuasa hukum pemilik lahan, Roberto Sinaga, menjelaskan bahwa sengketa hukum saat ini masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Sebelumnya, Juladi telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Semarang dengan hukuman 3 bulan penjara masa percobaan 6 bulan atas dugaan penyerobotan lahan.

Meski demikian, Roberto menyatakan terbuka terhadap solusi damai dalam mediasi.

“Kami mengikuti musyawarah. Kalau klien saya menghendaki dibuka, bisa saja. Apalagi anak merupakan subjek hukum yang dilindungi oleh Undang-undang Perlindungan Anak,” katanya.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini mencuat setelah video siswi SD yang menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah viral di media sosial. Akses utama rumahnya ditutup dengan seng sejak 24 Juli 2025, buntut dari konflik kepemilikan lahan antara Juladi dan pemilik saat ini, Sri Rejeki.

Juladi mengaku membeli lahan dari seseorang bernama Zaenal, namun tidak memiliki bukti kuat berupa dokumen resmi atau kuitansi, melainkan hanya coretan tangan.

Kuasa hukum menyebut lahan yang disengketakan memiliki lebar sekitar 3,5 meter dan menjadi akses menuju rumah Juladi, sementara sisanya merupakan bantaran sungai.(CC-01)

Tags: akses rumah ditutup sengcamat gajahmungkurjuladi siswi sd viralkasus juladi semarangmediasi semarangpemkot semarangPengadilan Negeri SemarangPerlindungan Anaksengketa lahan semarangsiswi sekolah lewat sungaisri rejeki
Previous Post

Cara Reaktivasi Rekening Bank Mandiri, BCA, CIMB Niaga, BNI, BRI dan BTN yang Diblokir PPATK

Next Post

Semburan Lumpur Hitam Kembali Terjadi di Brebes, Jalan Desa Krasak Sempat Tertutup

Related Posts

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
Daerah

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang

4 Februari 2026
Kasus keracunan siswa SMAN 2 Kudus di program MBG diikuti dugaan intimidasi pergantian penyedia SPPG. (dok. istimewa)
Breaking News

Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG

4 Februari 2026
Link pendaftaran event lari HUT ke-76 Suara Merdeka diduga dibajak pihak tak bertanggung jawab. (dok. istimewa)
Breaking News

Waspada! Link Pendaftaran Event Lari HUT ke-76 Suara Merdeka Diduga Scam dan Curi Akun Telegram

14 Januari 2026
Kereta api (dok. DAOP 4 KAI Semarang)
Daerah

KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri

14 Januari 2026
Next Post
Semburan Lumpur Hitam Kembali Terjadi di Brebes, Jalan Desa Krasak Sempat Tertutup

Semburan Lumpur Hitam Kembali Terjadi di Brebes, Jalan Desa Krasak Sempat Tertutup

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved