Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Daya Beli Melemah, Ekonomi Indonesia Diprediksi Hanya Tumbuh 5,03 Persen di Triwulan I-2025

CC-01 by CC-01
3 April 2025
in Bisnis
0
Ilustrasi daya beli masyarakat (dok. istimewa)

Ilustrasi daya beli masyarakat (dok. istimewa)

0
SHARES
16
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Melemahnya daya beli masyarakat pada awal tahun 2025 diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 hanya mencapai 5,03 persen (year-on-year), lebih rendah dibandingkan 5,11 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan ekonomi ini diperparah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 18.610 pekerja terkena PHK sepanjang Januari–Februari 2025. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Sementara itu, data dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan bahwa lebih dari 60.000 buruh dari 50 perusahaan telah kehilangan pekerjaan dalam dua bulan pertama tahun ini.

Indeks Konsumen dan Penjualan Eceran Turun

Gelombang PHK yang terjadi membuat konsumsi masyarakat melemah, yang tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR).

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menyebutkan bahwa IKK pada Januari 2025 turun 0,4 persen dibandingkan Desember 2024.

“Situasinya cukup anomali. Biasanya, IKK naik di Januari karena optimisme awal tahun. Namun kali ini justru melemah,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Indeks Penjualan Riil (IPR) juga menunjukkan tren serupa. Pada Desember 2024, IPR mencapai 222 poin, namun turun menjadi 211,5 di Januari 2025.

“Penjualan eceran turun karena konsumen tidak yakin dengan perekonomian 2025. Akibatnya, daya beli masyarakat makin terperosok,” tambah Huda.

Lebaran 2025 Diprediksi Tak Mampu Dongkrak Ekonomi

Momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2025 yang biasanya meningkatkan konsumsi masyarakat diperkirakan tidak akan berdampak signifikan tahun ini. Tambahan jumlah uang beredar (M1) pada periode ini diprediksi melemah 16,5 persen dibandingkan 2024.

“Tambahan uang beredar hanya Rp 114,37 triliun, turun dari Rp 136,97 triliun pada 2024,” jelas Huda.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menambahkan bahwa penurunan uang beredar ini akan berdampak pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Pada 2024, tambahan PDB akibat Ramadhan dan Idul Fitri mencapai Rp 168,55 triliun. Tahun ini hanya Rp 140,74 triliun, turun 16,5 persen,” papar Bhima.

Sementara itu, keuntungan pengusaha juga diperkirakan turun drastis.

“Keuntungan pengusaha hanya Rp 84,19 triliun, jauh di bawah pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 100,83 triliun,” lanjutnya.

Masyarakat Mulai Menguras Tabungan

Indikator lain yang menunjukkan pelemahan daya beli adalah turunnya porsi simpanan perorangan. Saat ini, hanya 46,4 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berasal dari tabungan individu.

“Merosotnya porsi tabungan perorangan menandakan masyarakat mulai menguras simpanan mereka untuk bertahan hidup. Upah riil kecil, tunjangan berkurang, dan ancaman PHK terus berlanjut,” ujar Bhima.

Prospek Ekonomi Pasca-Lebaran

CELIOS memperingatkan bahwa setelah Lebaran, ekonomi bisa melambat lebih lanjut. Faktor pembagian THR yang biasanya mendorong pertumbuhan tidak cukup kuat untuk meningkatkan konsumsi secara signifikan.

“Bahkan setelah Lebaran, ekonomi dikhawatirkan melambat karena tidak ada lagi motor penggerak konsumsi yang besar. Belanja pemerintah juga sedang mengalami efisiensi besar-besaran, yang memengaruhi kepercayaan konsumen. Ditambah lagi, pelemahan kurs rupiah membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya,” tutup Bhima.(CC-01)

Tags: Daya Beli MelemahEkonomi Indonesia 2025inflasilebaran 2025pertumbuhan ekonomiPHK Massal
Previous Post

Indonesia Kirim 124,7 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Myanmar

Next Post

Trump Terapkan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Berlaku Mulai 9 April 2025

Related Posts

Influencer kripto Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi kripto. (dok. istimewa)
Bisnis

Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto, Kerugian Capai Rp3 Miliar

14 Januari 2026
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjaminkan aset senilai Rp 13,94 triliun kepada PT Danantara Asset Management (dok. istimewa)
Bisnis

Krakatau Steel Jaminkan Aset Rp 13,94 Triliun ke Danantara untuk Restrukturisasi Perusahaan

12 Januari 2026
Dana Syariah Indonesia fraud (dok. istimewa)
Bisnis

PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Kasus Gagal Bayar Lender Masuki Babak Baru

31 Desember 2025
Emas batangan (dok. istimewa)
Bisnis

Harga Emas Antam Tembus Rp2,5 Juta per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

22 Desember 2025
Next Post
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (dok. istimewa)

Trump Terapkan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Berlaku Mulai 9 April 2025

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved