Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

IHSG Anjlok 6 Persen Bikin BEI Berlakukan Trading Halt, Apa Penyebabnya?

CC-01 by CC-01
18 Maret 2025
in Bisnis, Breaking News
0
IHSG anjlok (dok. istimewa)

IHSG anjlok (dok. istimewa)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam lebih dari 6 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (18/3/2025). Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberlakukan trading halt setelah IHSG turun lebih dari 5 persen.

Pada sesi pertama, IHSG melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08. Indeks LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.

Mekanisme Trading Halt dan Trading Suspend

Berdasarkan aturan BEI, trading halt merupakan penghentian sementara perdagangan saham jika IHSG turun lebih dari 5 persen dalam satu hari. Jika penurunan berlanjut hingga lebih dari 10 persen, BEI dapat memperpanjang trading halt selama 30 menit tambahan. Dalam kondisi ekstrem, jika IHSG turun lebih dari 15 persen, BEI dapat menghentikan perdagangan sepenuhnya dengan trading suspend.

Penyebab Anjloknya IHSG

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menyebutkan bahwa penurunan tajam IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik.

  1. Faktor Global
    • Ketegangan geopolitik yang meningkat, termasuk eskalasi konflik Rusia-Ukraina.
    • Kebijakan tarif balasan Uni Eropa terhadap Amerika Serikat yang memicu ketidakpastian ekonomi global.
    • Kekhawatiran akan kemungkinan resesi di AS, membuat investor lebih berhati-hati dan mengalihkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman.
  2. Faktor Domestik
    • Memburuknya kondisi fiskal Indonesia, dengan penurunan penerimaan negara hingga 30 persen, menyebabkan defisit APBN semakin melebar.
    • Defisit APBN per Februari 2025 mencapai Rp 31,2 triliun, berbanding terbalik dengan surplus Rp 22,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
    • Penerimaan pajak domestik turun 30,19 persen (yoy) menjadi Rp 269 triliun.
    • Belanja negara mengalami kontraksi 7 persen, sementara utang pemerintah melonjak 44,77 persen pada Januari 2025.

Menurut Nico, situasi ini meningkatkan risiko fiskal, membuat investor semakin berhati-hati. “Kondisi ini juga membatasi ruang gerak Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga, sehingga tekanan terhadap pasar saham semakin besar,” jelasnya.

Investor Beralih ke Instrumen Lebih Stabil

Nico menambahkan bahwa dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi, investor mulai mengalihkan dana mereka ke instrumen yang lebih stabil, seperti obligasi. “Saham menjadi kurang menarik karena volatilitas yang tinggi. Sebaliknya, obligasi menawarkan imbal hasil yang lebih stabil,” tutupnya.

Tags: apbnBEIekonomiIHSGPasar ModalResesi InvestasiSahamTrading Halt
Previous Post

Kodam II/Sriwijaya Angkat Bicara soal Penembakan 3 Polisi di Arena Sabung Ayam Way Kanan

Next Post

IHSG Tersungkur Lebih dari 5 % di Tengah Bursa Asia Terus Menguat

Related Posts

Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya

25 Maret 2026
Pegawai SPPG Purbalingga dipecat usai status WhatsApp menyebut “rakyat jelata” viral. (dok. istimewa)
Breaking News

Viral Status WhatsApp Singgung “Rakyat Jelata”, Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat

17 Maret 2026
Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Sejumlah selebriti menyampaikan duka cita. (dok. istimewa)
Breaking News

Musisi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal

7 Maret 2026
Pemilik restoran Bibi Kelinci di Kemang, Nabilah O’Brien, jadi tersangka setelah dilaporkan balik terkait unggahan CCTV dugaan pencurian makanan oleh pasutri. (dok. istimewa)
Breaking News

Kasus Restoran Kemang: Pemilik Resto Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Usai Sebar CCTV, Pasutri Terduga Pencuri Juga Diproses

6 Maret 2026
Next Post
IHSG di antara bursa saham Asia (dok. istimewa)

IHSG Tersungkur Lebih dari 5 % di Tengah Bursa Asia Terus Menguat

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved