Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Prabowo Subianto Usulkan Pilkada Kembali ke DPRD: Hemat Biaya dan Efisien?

CC-01 by CC-01
16 Desember 2024
in Breaking News, Pilkada
0
Presiden Prabowo Subianto (dok. istimewa)

Presiden Prabowo Subianto (dok. istimewa)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengemukakan wacana penting mengenai sistem pemilihan kepala daerah. Dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul, Jawa Barat, Jumat (13/12/2024), ia mengusulkan agar pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menurut Prabowo, sistem ini dianggap lebih hemat biaya dan efisien, sehingga dapat mengurangi beban anggaran negara maupun calon kontestan pemilu.

Alasan di Balik Usulan Pemilihan oleh DPRD

“Pemilihan kepala daerah oleh DPRD akan lebih hemat biaya dan lebih efisien. Negara kita membutuhkan kebijakan yang lebih realistis, dan sistem ini telah diterapkan dengan baik di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan India,” jelas Prabowo di hadapan ribuan kader Partai Golkar.

Ia juga menyoroti bahwa sistem serupa pernah diterapkan selama 30 tahun pada era Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, setelah reformasi 1998, Indonesia beralih ke sistem pemilihan langsung oleh rakyat.

Meski memberikan kebebasan lebih kepada rakyat, Prabowo menilai bahwa sistem pemilihan langsung memiliki kelemahan, terutama dalam hal biaya yang sangat besar.

“Sistem sekarang ini terlalu mahal, baik bagi kontestan maupun negara. Itu menjadi salah satu alasan mengapa saya mengusulkan perubahan,” tambahnya.

Pro dan Kontra Wacana Pemilihan oleh DPRD

Usulan ini menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian mendukung gagasan tersebut karena dapat menekan biaya politik yang tinggi, sementara sebagian lainnya menilai pemilihan langsung memberikan hak demokrasi bagi rakyat untuk memilih pemimpin mereka secara langsung.

Diskusi lebih lanjut terkait wacana ini akan melibatkan pemerintah dan partai-partai politik di Indonesia. Keputusan final masih menunggu pembahasan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan sistem ini.(CC-01)

Tags: pemilihan kepala daerahpilkadaprabowoprabowo subiantopresiden prabowo
Previous Post

12 Warga Vietnam Ditangkap Jadi PSK di Jakarta Utara

Next Post

Tingginya Angka Golput Jadi Alasan Wacana Pilkada oleh DPRD, Apa Kata Para Tokoh?

Related Posts

Kasus keracunan siswa SMAN 2 Kudus di program MBG diikuti dugaan intimidasi pergantian penyedia SPPG. (dok. istimewa)
Breaking News

Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG

4 Februari 2026
Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto disorot Komisi III DPR terkait penetapan Hogi Minaya sebagai tersangka usai mengejar penjambret. (dok. istimewa)
Breaking News

Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum

29 Januari 2026
Bupati Pati Sudewo (dok. istimewa)
Breaking News

KPK Geledah Kantor KSPPS Artha Bahana Syariah di Pati, Angkut Lima Koper Barang Bukti

25 Januari 2026
Rumah milik Wawan Syarwhani (80) di Surabaya dibongkar tanpa izin dan dijadikan dapur Makan Bergizi Gratis. Pemilik mengaku memiliki SHM dan AJB sah. (dok. Kompas.com)
Breaking News

Rumah Kakek 80 Tahun di Surabaya Dibongkar Sepihak Jadi Dapur MBG

23 Januari 2026
Next Post
Ilustrasi Golput (dok. rnib.org.uk)

Tingginya Angka Golput Jadi Alasan Wacana Pilkada oleh DPRD, Apa Kata Para Tokoh?

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved