Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Pemerintah Indonesia Umumkan Kenaikan Tarif PPN 2025, Vietnam Turunkan Tarif PPN untuk Stimulus Ekonomi

CC-01 by CC-01
16 Desember 2024
in Bisnis
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dok. istimewa)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dok. istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%, yang akan berlaku mulai tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Vietnam justru mengambil kebijakan berbeda dengan menurunkan tarif PPN dari 10% menjadi 8% untuk merangsang konsumsi masyarakat dan mendukung dunia usaha.

Kebijakan PPN Indonesia: Kenaikan Tarif untuk Pembangunan Ekonomi

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan pajak di Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara lain, karena setiap negara memiliki kondisi ekonomi domestik yang berbeda. “Pajak suatu negara harus disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi dan pembangunan masing-masing,” ujar Airlangga Hartarto menanggapi kebijakan Vietnam, Minggu (14/12/2024).

Meskipun Vietnam menurunkan tarif PPN, Airlangga yakin langkah tersebut tidak akan mempengaruhi daya saing Indonesia di pasar global. “Indonesia tetap memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional meskipun ada perbedaan kebijakan pajak,” tambahnya.

Perbandingan Kebijakan Pajak PPN Indonesia dan Vietnam

Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa kebijakan pajak Indonesia telah disesuaikan dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif. “Kebijakan pajak Indonesia dirancang untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup rakyat,” jelasnya.

Di sisi lain, kebijakan Vietnam untuk memperpanjang pemotongan tarif PPN hingga Juni 2025 bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat serta mendukung sektor bisnis dan produksi. Pemotongan tarif PPN ini diharapkan dapat menurunkan biaya barang dan jasa, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat Vietnam.

Dampak Kebijakan PPN terhadap Perekonomian Indonesia dan Vietnam

Para ekonom memprediksi bahwa perbedaan kebijakan PPN antara Indonesia dan Vietnam akan berdampak jangka panjang terhadap perekonomian kedua negara. Meskipun demikian, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tetap berfokus pada kebijakan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memonitor dan menyesuaikan kebijakan fiskal sesuai dengan perkembangan ekonomi domestik dan global.(CC-01)

Tags: arilangga hartatoekonomipajakppnvietnam
Previous Post

Empat Nama Kandidat Ketua Umum PPP Muncul, Siapa yang Akan Memimpin?

Next Post

Penganiayaan Dokter Koas Universitas Sriwijaya: Lady Aurelia Jadi Sorotan Setelah Insiden Kekerasan

Related Posts

Influencer kripto Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi kripto. (dok. istimewa)
Bisnis

Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan Investasi Kripto, Kerugian Capai Rp3 Miliar

14 Januari 2026
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjaminkan aset senilai Rp 13,94 triliun kepada PT Danantara Asset Management (dok. istimewa)
Bisnis

Krakatau Steel Jaminkan Aset Rp 13,94 Triliun ke Danantara untuk Restrukturisasi Perusahaan

12 Januari 2026
Dana Syariah Indonesia fraud (dok. istimewa)
Bisnis

PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Kasus Gagal Bayar Lender Masuki Babak Baru

31 Desember 2025
Emas batangan (dok. istimewa)
Bisnis

Harga Emas Antam Tembus Rp2,5 Juta per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

22 Desember 2025
Next Post
Kasus penganiayaan Luthfi dokter koas Universitas Sriwijaya (dok. istimewa)

Penganiayaan Dokter Koas Universitas Sriwijaya: Lady Aurelia Jadi Sorotan Setelah Insiden Kekerasan

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved