Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Breaking News

Antam Bantah Isu Peredaran 109 Ton Emas Palsu, Kejagung Tegaskan Langkah Penyidikan

CC-02 by CC-02
2 Juni 2024
in Breaking News, Nasional
0
Ilustrasi emas Antam (dok. istimewa)
0
SHARES
4
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dengan tegas membantah adanya peredaran 109 ton emas palsu berlabel Logam Mulia Antam di masyarakat dalam kurun waktu 2010-2021.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie, meyakinkan seluruh produk emas Logam Mulia Antam dilengkapi dengan sertifikat resmi dan diolah di pabrik pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

“Semua produk emas Logam Mulia Antam adalah produk asli yang diproduksi dengan standar tertinggi di pabrik kami yang telah diakui secara internasional oleh LBMA,” ujar Syarif Faisal Alkadrie, Jumat (31/5/2024).

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan pemberian merek Logam Mulia Antam pada logam mulia produk swasta oleh enam mantan General Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia Antam periode 2010-2021.

Para tersangka diduga telah mengedarkan logam mulia dengan merek Antam tanpa melalui prosedur resmi perusahaan.

Menanggapi bantahan dari pihak Antam, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, mempersilakan Antam untuk menempuh langkah hukum jika merasa keberatan dengan penyidikan yang sedang berlangsung.

Ketut menegaskan bahwa penyidik Kejagung telah bertindak berdasarkan bukti yang kuat dan tidak gegabah dalam menetapkan tersangka dan melakukan penahanan.

“Penyidik Kejagung tidak mungkin gegabah dalam melakukan penyidikan. Tersangka sudah ditetapkan dan ditahan berdasarkan bukti yang cukup kuat,” ujar Ketut Sumedana.

Dalam kasus ini, keenam tersangka yang merupakan mantan General Manager UBPP Logam Mulia Antam dituduh menyalahgunakan wewenang mereka dengan memberikan merek Logam Mulia Antam pada produk logam mulia milik swasta.

Kejagung terus mengusut kasus ini untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang merugikan masyarakat dan memastikan transparansi dalam industri logam mulia.

Kasus ini telah menarik perhatian publik, mengingat Antam merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang telah lama dipercaya oleh masyarakat.

Kejagung berkomitmen untuk melanjutkan penyidikan dengan profesional dan transparan, serta memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

Sementara itu, PT Antam tetap berpegang pada keyakinan bahwa produk mereka adalah asli dan bersertifikat, serta siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebenaran dan keaslian produk kami terjaga,” tutup Syarif Faisal Alkadrie.(CC-01)

Tags: antamkejagungkejaksaan agunglogam muliapt antam
Previous Post

Diduga Caplok Tanah Warga, Proyek PSN PIK 2 Diperiksa Ombudsman

Next Post

Aparat Arab Saudi Tangkap 37 WNI di Madinah karena Jadi Jemaah Haji Ilegal

Related Posts

Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. (dok. istimewa)
Breaking News

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya

25 Maret 2026
Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 11 Semarang dihentikan sementara usai dugaan keracunan 75 siswa. (dok. istimewa)
Nasional

Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman

25 Maret 2026
Pegawai SPPG Purbalingga dipecat usai status WhatsApp menyebut “rakyat jelata” viral. (dok. istimewa)
Breaking News

Viral Status WhatsApp Singgung “Rakyat Jelata”, Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat

17 Maret 2026
Kondisi Andrie Yunus stabil usai disiram air keras. (dok. istimewa)
Nasional

Andrie Yunus Stabil Usai Disiram Air Keras, RSCM Ungkap Luka Bakar 20 Persen dan Trauma Mata

17 Maret 2026
Next Post
haji

Aparat Arab Saudi Tangkap 37 WNI di Madinah karena Jadi Jemaah Haji Ilegal

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved