Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Kekeringan Landa Empat Desa di Jepara, Ribuan Warga Terancam Krisis Air Bersih

CC-02 by CC-02
1 September 2024
in Daerah
0
kekeringan
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JEPARA – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Jepara telah mengakibatkan empat desa di empat kecamatan mengalami kekeringan parah. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, sebanyak 4.293 jiwa kini terdampak kekeringan di Desa Clering dan Sumberejo (Kecamatan Donorojo), Desa Kunir (Kecamatan Keling), dan Desa Kaliombo (Kecamatan Pecangaan).

Muh Ali Wibowo, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jepara, mengungkapkan bahwa di Desa Clering saja, terdapat 1.969 jiwa yang terdampak. Desa Sumberejo mencatat 740 jiwa, Desa Kunir 365 jiwa, dan Desa Kaliombo 1.219 jiwa yang mengalami kekurangan air bersih.

“Saat ini, ada empat desa yang terkena dampak kekeringan. Harapannya, hanya desa-desa ini yang memerlukan bantuan air bersih. Kekeringan ini terjadi karena sumber mata air yang biasa digunakan warga mengering,” ujar Muh Ali pada Minggu (1/9/2024).

Meskipun Desa Sumberejo dan Clering telah menerima bantuan sumur gratis tahun lalu, hingga kini sumur tersebut belum dapat dimanfaatkan. Akibatnya, warga masih harus menghadapi masalah kekeringan.

BPBD Jepara telah mengupayakan dropping air bersih dua kali seminggu ke desa-desa yang melaporkan bencana kekeringan. “Kami menjadwalkan dropping air seminggu dua kali, dengan satu kali dropping sebanyak 10 ribu liter atau dua tangki. Satu tangki berkapasitas 5 ribu liter,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Mafiati (47), warga Desa Kaliombo RT6 RW2, Kecamatan Pecangaan, menyampaikan bahwa sudah hampir satu bulan air di desanya tidak mengalir. Menurutnya, kondisi ini terjadi rutin setiap tahun selama musim kemarau. Warga di Desa Kaliombo biasanya memanfaatkan dua jenis sumber air, yaitu air sumur dan air dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo (PDAM).

“Kalau kemarau, air sumur berubah warna jadi kuning dan rasanya asin, jadi cuma bisa digunakan untuk mencuci. Untuk keperluan memasak, kami harus membeli air,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa air PDAM juga tidak mengalir lancar karena sumber air baku dari Sungai Bonpes ikut mengering.

Mafiati berharap agar bantuan air bersih terus diberikan ke desanya untuk meringankan beban pengeluaran keluarga yang terimbas kekeringan. (CC02)

Tags: jeparakekeringankemarau
Previous Post

Jokowi dan Puan Diduga Lakukan Transaksi Politik Usung Pramono Anung di Pilkada Jakarta 2024

Next Post

Warung Bakso di Brebes Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta

Related Posts

Ilustrasi pembacokan (dok. istimewa)
Daerah

Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang

30 Maret 2026
Ledakan petasan di Grobogan melukai dua remaja saat memusnahkan sisa petasan. (dok. istimewa)
Daerah

Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

25 Maret 2026
Propam Polda Jateng dalami dugaan pengeroyokan Kades Purwasaba Hoho Alkaf di Banjarnegara. (dok. istimewa)
Daerah

Dugaan Pengeroyokan Kades Purwasaba Didalami, Propam Polda Jateng Turun Tangan

17 Maret 2026
MA Muhammadiyah Majenang meraih juara pertama Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026 yang digelar DPW PAN Jateng di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. (dok. istimewa)
Daerah

MA Muhammadiyah Majenang Juara Cerdas Cermat Islami PANDai Jawa Tengah 2026

7 Maret 2026
Next Post
kebakaran

Warung Bakso di Brebes Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Grobogan, 6 Warga Dibacok Pakai Parang
  • Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Penyebabnya
  • Pemerintah Rencanakan Pangkas Anggaran Kementerian, Bansos dan Program MBG Dipastikan Aman
  • Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Melintas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
  • Ledakan Petasan di Grobogan, Dua Remaja Terluka Saat Musnahkan Sisa Petasan

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved