Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Daerah

8 Tahun Kasus Pembunuhan Haniyah Mangkrak, Polres Batang Ngapain Aja?

CC-02 by CC-02
16 Juni 2024
in Daerah
0
baliho pembunuhan

Baliho kasus pembunuhan di Batang. (ist)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, BATANG – Delapan tahun telah berlalu, namun kasus pembunuhan Haniyah masih menggantung tanpa kejelasan.

Mengambil inspirasi dari kasus Vina Cirebon yang kembali mencuat, keluarga korban kini bekerja sama dengan LBH Ansor untuk mengungkap misteri kematian Haniyah yang terjadi pada 2016.

Sekretaris LBH Ansor, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga kini perkembangan kasus tersebut masih belum jelas.

“Kami di sini, LBH Ansor se-Jateng dan pusat, bergabung menjadi satu. Kami berkomitmen meminta pada kepolisian untuk serius menindaklanjuti kasus ini.

Apakah harus menunggu viral baru ada keadilan?” ujar Taufik di Gedung GP Ansor Kabupaten Batang.

LBH Ansor siap mendampingi dua anak korban, Nafiul Husna (17) dan Dwi Yurdan Afriliatna (22), dalam mencari keadilan. Keduanya ingin mengetahui siapa pelaku pembunuhan ibu mereka dan apa motif di balik pembunuhan tersebut.

“Delapan tahun lalu, ibu mereka dihilangkan secara paksa. Kami tahu ini tidak mudah, tetapi kami memiliki komitmen bersama. Kami telah mengkaji kejadian, saksi-saksi, dan banyak sekali kejanggalan,” tambah Taufik.

Pada 2018, keluarga korban sudah berusaha mencari keadilan dengan meminta bantuan berbagai lembaga, termasuk Kompolnas, Menkopolhukam, Komnas HAM, Komisi III DPR RI, dan lainnya. Namun, usaha tersebut sia-sia, dan kasus ini terhenti tanpa ada informasi baru.

Terinspirasi oleh kasus Vina Cirebon, keluarga korban kembali menggandeng LBH Ansor. Langkah pertama yang diambil adalah meminta audiensi dengan Kapolres Batang. Pihak LBH Ansor sudah mengirim surat resmi ke Polres Batang dan berencana menyampaikan berbagai kejanggalan pada penyidik.

“Kami akan menyampaikan kendala yang dihadapi dan mengungkap fakta-fakta yang belum terungkap. Banyak kejanggalan yang perlu diinvestigasi lebih lanjut,” jelas Taufik.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan kesulitan mengungkap kasus ini dengan alasan TKP yang rusak dan minimnya barang bukti. Taufik menegaskan bahwa jika tidak ada kejelasan, mereka akan membawa kasus ini ke Polda Jateng atau Bareskrim.

“Kami akan mengirim surat ke Presiden, Kompolnas, Komnas HAM, LPSK, dan lainnya untuk memastikan penyidik Polres Batang serius mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Dwi Yurdan Afriliatna, anak kedua korban, meminta agar pelaku pembunuhan ibunya segera ditangkap dan diadili. “Biar tahu rasanya kehilangan seorang ibu, pelaku harus diadili,” ujarnya.

Haniyah ditemukan tewas dengan kondisi kepala bersimbah darah pada 4 Desember 2016 di garasi rumah majikannya di Desa Gapuro. Penemuan ini bermula saat majikannya, Masrukhin, hendak memasang penutup mobil di garasi bersama Ikoh. Keduanya menjadi orang pertama yang menemukan mayat Haniyah.

Jasad Haniyah ditemukan terlentang dengan luka sobek di kepala bagian belakang sebelah kanan dan luka lebam di leher bagian kanan. Beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian antara lain satu buah gembok garasi dengan anak kuncinya, ponsel Nokia milik korban, dan sandal jepit putih milik korban.

Tags: pembunuhan haniyahpolres batangvina cirebon
Previous Post

Kebakaran Hebat di Toko Libra Ambarawa, Pemilik Selamat dari Jebakan Api

Next Post

Lemkapi Beri Penghargaan ke Ditreskrimum Polda Jateng, Berhasil Ungkap Penyelundupan Motor ke Vietnam

Related Posts

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
Daerah

Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang

4 Februari 2026
Kasus keracunan siswa SMAN 2 Kudus di program MBG diikuti dugaan intimidasi pergantian penyedia SPPG. (dok. istimewa)
Breaking News

Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG

4 Februari 2026
Link pendaftaran event lari HUT ke-76 Suara Merdeka diduga dibajak pihak tak bertanggung jawab. (dok. istimewa)
Breaking News

Waspada! Link Pendaftaran Event Lari HUT ke-76 Suara Merdeka Diduga Scam dan Curi Akun Telegram

14 Januari 2026
Kereta api (dok. DAOP 4 KAI Semarang)
Daerah

KAI Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Polri Hingga Santri

14 Januari 2026
Next Post
motor

Lemkapi Beri Penghargaan ke Ditreskrimum Polda Jateng, Berhasil Ungkap Penyelundupan Motor ke Vietnam

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved