PANDUGA.ID, SEMARANG – Isu pembongkaran pagar di Pasar Johar, Semarang, ramai diperbincangkan publik setelah munculnya Toko Roti Gambang di sisi utara kawasan cagar budaya tersebut.
Namun, pihak pengelola pasar maupun pemilik usaha memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah ada rencana pembongkaran pagar.
Pemilik Toko Tegaskan Tidak Ada Permintaan Bongkar Pagar
Owner Roti Gambang, Aldin Meidito Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan permintaan pembongkaran pagar.
“Kalau untuk pembongkaran, jujur kami belum pernah tahu. Kami juga tidak pernah meminta untuk dibongkar karena trafik yang sekarang sudah sangat cukup,” ujarnya.
Menurut Aldin, pembongkaran pagar justru berpotensi menimbulkan kekacauan di kawasan pasar.
Ia juga memastikan bahwa seluruh aktivitas di area cagar budaya dilakukan secara hati-hati dan sesuai aturan, termasuk pemasangan fasilitas yang tidak merusak struktur bangunan.
Isu Berasal dari Media Sosial
Aldin menduga isu tersebut bermula dari narasi di media sosial yang mengaitkan keberadaan tokonya dengan kepentingan tertentu, termasuk tudingan bahwa usaha tersebut dimiliki oleh anak Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Ia membantah keras kabar tersebut dan menegaskan bahwa mayoritas kepemilikan usaha berada di tangannya.
“Saya sebagai owner, sebagian besar saham saya yang pegang. Yang disebut-sebut itu hanya membantu dari sisi informasi perizinan karena teman lama,” jelasnya.
Perizinan Diklaim Sesuai Prosedur
Aldin menyebut proses perizinan usaha telah ditempuh sesuai aturan dan memakan waktu cukup panjang, yakni sekitar enam bulan sejak September 2025 hingga Maret 2026.
Ia juga mengungkap alasan memilih Pasar Johar sebagai lokasi usaha karena memiliki nilai sentimental sejak masa sekolah.
Kehadiran Kuliner Dongkrak Aktivitas Pasar
Menurut Aldin, kehadiran usaha kuliner justru memberikan dampak positif bagi pedagang lain di Pasar Johar.
“Awalnya kondisi di sini sangat sepi. Setelah ada kuliner, pedagang merasa terbantu karena trafik meningkat dan omzet ikut naik,” katanya.
Dinas Perdagangan Pastikan Tidak Ada Pembongkaran
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembongkaran pagar di kawasan tersebut.
“Saya tidak tahu kenapa sampai jadi polemik. Tidak ada itu pembongkaran pagar. Justru kami melakukan penataan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sebagian area Pasar Johar sempat terbengkalai, sehingga pemerintah berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan konsep baru.
Menurutnya, seluruh proses perizinan pendirian Toko Roti Gambang telah melalui prosedur dan mendapat persetujuan dari para pedagang.
“Kehadiran Roti Gambang ini mengangkat marwah Johar,” pungkasnya.






Discussion about this post