PANDUGA.ID, JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi data dan fakta, bukan kemarahan, provokasi emosional, maupun serangan personal.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Senin.
“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah partai menjaga martabat politiknya,” ujar Megawati.
PDIP Tegaskan Perjuangan Berbasis Gagasan dan Moral
Megawati menegaskan bahwa garis perjuangan PDI Perjuangan adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan kebijakan kepada Rakyat Marhaen. Sebagai partai penyeimbang dalam sistem demokrasi, PDIP memiliki kewajiban memastikan kebijakan negara tidak menjauh dari kepentingan rakyat kecil dan prinsip keadilan sosial.
“Menghadapi kekuasaan, perjuangan partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” tegas Presiden ke-5 RI tersebut.
Pemerintah Bukan Musuh Personal
Dalam pidatonya, Megawati juga menggarisbawahi bahwa dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara rasional dan berbasis data justru menjadi fondasi sehat bagi demokrasi serta memperkuat kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dorong Diskursus Keadilan Sosial dan Demokrasi
Megawati mendorong agar diskursus politik nasional tidak semata-mata berfokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai politik harus lebih luas membahas keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.
PDI Perjuangan, lanjut Megawati, harus menjadi ruang bagi rakyat untuk mencari keadilan, terutama ketika negara terlihat kuat secara institusi, namun belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan.
Kekuatan Partai Bertumpu pada Rakyat
Megawati menegaskan bahwa perjuangan PDIP harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari fungsi legislasi di parlemen, pengawasan kebijakan, hingga politik akar rumput yang emansipatoris.
“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” tutup Megawati.






Discussion about this post