Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Politik

Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Kemarahan atau Serangan Personal

Panduga by Panduga
13 Januari 2026
in Politik
0
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (dok. istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi data dan fakta, bukan kemarahan, provokasi emosional, maupun serangan personal.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Senin.

“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah partai menjaga martabat politiknya,” ujar Megawati.

PDIP Tegaskan Perjuangan Berbasis Gagasan dan Moral

Megawati menegaskan bahwa garis perjuangan PDI Perjuangan adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan kebijakan kepada Rakyat Marhaen. Sebagai partai penyeimbang dalam sistem demokrasi, PDIP memiliki kewajiban memastikan kebijakan negara tidak menjauh dari kepentingan rakyat kecil dan prinsip keadilan sosial.

“Menghadapi kekuasaan, perjuangan partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” tegas Presiden ke-5 RI tersebut.

Pemerintah Bukan Musuh Personal

Dalam pidatonya, Megawati juga menggarisbawahi bahwa dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah.

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara rasional dan berbasis data justru menjadi fondasi sehat bagi demokrasi serta memperkuat kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dorong Diskursus Keadilan Sosial dan Demokrasi

Megawati mendorong agar diskursus politik nasional tidak semata-mata berfokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai politik harus lebih luas membahas keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.

PDI Perjuangan, lanjut Megawati, harus menjadi ruang bagi rakyat untuk mencari keadilan, terutama ketika negara terlihat kuat secara institusi, namun belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan.

Kekuatan Partai Bertumpu pada Rakyat

Megawati menegaskan bahwa perjuangan PDIP harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari fungsi legislasi di parlemen, pengawasan kebijakan, hingga politik akar rumput yang emansipatoris.

“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” tutup Megawati.

Tags: Berita Politikdemokrasi indonesiakeadilan sosialkritik kekuasaanmegawati soekarnoputripdi perjuanganPolitik NasionalRakernas PDIP 2026
Previous Post

MBG di SMKN 11 Semarang Dihentikan Sementara Usai Dugaan Keracunan 75 Siswa

Next Post

SanDisk Resmi Hentikan SSD WD Blue dan WD Black, Seluruh Produk Beralih ke Merek SanDisk

Related Posts

Andreas Hugo Pareira menilai pencabutan hak pilih rakyat berpotensi memicu kemarahan publik dan kemunduran demokrasi. (dok. istimewa)
Politik

PDI-P Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Cabut Hak Pilih Rakyat Bisa Picu Kemarahan Publik

31 Desember 2025
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. istimewa)
Breaking News

Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Vonis Besok, Elite PDIP Optimistis Divonis Bebas

31 Juli 2025
Logo baru PSI gajah kepala merah (dok. istimewa)
Politik

Ganti Logo Jelang Kongres PSI di Solo, Gajah Kepala Merah Pengganti Mawar, Lawan Kuat Banteng?

16 Juli 2025
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (dok. istimewa)
Politik

Ratusan Kader PPP NTT Demo Tuntut Pemecatan Romahurmuziy

9 Juni 2025
Next Post
SanDisk resmi menghentikan lini SSD WD Blue dan WD Black. (dok. istimewa)

SanDisk Resmi Hentikan SSD WD Blue dan WD Black, Seluruh Produk Beralih ke Merek SanDisk

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved