Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Semangat Kartini Hidup dalam Sosok Magdalena, Ibu dari Puluhan Anak ODHA di Semarang

CC-01 by CC-01
21 April 2025
in Nasional
0
Maria Magdalena pengasuh anak korban HIV Aids di Semarang (dok. istimewa)

Maria Magdalena pengasuh anak korban HIV Aids di Semarang (dok. istimewa)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Di tengah peringatan Hari Kartini, kisah Maria Magdalena Endang Sri Lestari atau akrab disapa Lena, menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus menyala dalam jiwa perempuan masa kini. Perempuan berusia 50 tahun ini mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan memperjuangkan hak anak-anak dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui Rumah Aira, yang ia dirikan di kawasan Tembalang, Semarang.

“Aira itu singkatan dari Anak Itu Rahmat Allah,” ucap Lena dengan senyum lembut, Minggu (20/4/2025).

Rumah Aira bukan sekadar tempat tinggal, tapi menjadi pelindung kasih dan harapan bagi anak-anak yang kerap dijauhi karena stigma. Di tempat ini, Lena membesarkan lebih dari 50 anak ODHA dari berbagai kota di Jawa Tengah, serta 16 orang dewasa yang juga hidup dengan HIV.

Perjalanan yang Bermula dari Kepedulian

Kisah Lena bermula dari kehidupannya sebagai staf administrasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Semarang. Di sela aktivitasnya sebagai guru senam dan penyanyi gereja, ia bertemu seorang relawan bernama Bunda Anita pada 2015 yang mengenalkannya pada dunia HIV/AIDS.

“Saya kaget. Kok banyak warga Kota Semarang yang belum paham tentang HIV. Dari situ saya tersentuh,” kenangnya.

Pertemuannya dengan anak ODHA yang meninggal di pangkuannya pada 1 Desember 2015 menjadi titik balik Lena. Sejak saat itu, ia bertekad untuk membuka rumah aman bagi anak-anak dengan HIV yang kerap ditolak oleh keluarga dan masyarakat.

Tantangan, Stigma, dan Pengorbanan

Mendirikan Rumah Aira bukan tanpa perjuangan. Lena menghadapi stigma, bahkan kekerasan verbal dari tetangga. Ia rela menjual semua perhiasan, termasuk kalung salib kesayangannya, demi membiayai tempat tinggal anak-anaknya. Ia bahkan sempat diusir dan diludahi, namun tetap bertahan.

“Saya dulu suka perhiasan, semua saya jual. Saya single parent, banyak yang nggak setuju, takut saya ketularan. Tapi saya buktikan, anak-anak ini tidak akan menularkan saya,” katanya dengan mata berkaca.

Kini, Lena tak hanya membesarkan tiga anak kandungnya, tapi juga merawat anak-anak dari keluarga ODHA yang sering kali datang “satu paket” — anak, kakak, ibu, hingga neneknya.

Misi Mengedukasi dan Menginspirasi

Selain perawatan medis, Lena juga menekankan pendidikan, seni bela diri, dan keterampilan hidup pada anak-anak asuhnya. Ia tidak ingin mereka tumbuh dengan rasa rendah diri atau bergantung pada belas kasihan.

“Saya mendidik mereka bukan untuk menjadi pribadi yang suka minta-minta,” tegasnya.

Lena meyakini bahwa anak-anak ODHA bukanlah orang berdosa, dan layak untuk dicintai serta diberi masa depan. Ia menolak mereka mati sia-sia hanya karena ketidaktahuan atau penolakan masyarakat.

Refleksi Kartini Masa Kini

Di Hari Kartini, Lena ingin semangat juang Kartini tak hanya dikenang, tetapi dijalani. Ia melihat dirinya sebagai perempuan yang meneruskan perjuangan RA Kartini, tapi dalam medan yang lebih sunyi—melawan stigma, diskriminasi, dan ketakpedulian terhadap anak-anak yang tidak bersalah.

“Saya akan terus ada untuk mereka. Anak-anak ini rahmat Allah, dan saya akan memperjuangkan mereka sampai akhir.”(CC-01)

Tags: anak-anak HIV AIDSHari Kartini 2025Kartini masa kiniKartini modernkisah ibu ODHAMaria Magdalena Endang Sri LestariODHAperempuan inspiratif Indonesiaperjuangan perempuan SemarangRumah Aira Semarangstigma HIV di Indonesia
Previous Post

LG dan Konsorsium Korea Selatan Batalkan Proyek Rantai Pasok Baterai EV Senilai Rp129 Triliun di Indonesia

Next Post

2 Anggota TNI Jadi Tersangka Pengeroyokan Warga Hingga Tewas di Serang Ditahan di Denpom III/4

Related Posts

Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto disorot Komisi III DPR terkait penetapan Hogi Minaya sebagai tersangka usai mengejar penjambret. (dok. istimewa)
Breaking News

Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum

29 Januari 2026
TNI melalui Kodim 0501/Jakarta Pusat memberi bantuan kepada Suderajat, pedagang es gabus korban kekerasan di Kemayoran. (dok. istimewa)
Nasional

TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin

29 Januari 2026
Bupati Pati Sudewo (dok. istimewa)
Breaking News

KPK Geledah Kantor KSPPS Artha Bahana Syariah di Pati, Angkut Lima Koper Barang Bukti

25 Januari 2026
Polda Jabar mencatat 10 kantong jenazah korban longsor Cisarua Bandung Barat berada di pos DVI. (dok. istimewa)
Nasional

Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Kantong Jenazah di Pos DVI, Enam Teridentifikasi

25 Januari 2026
Next Post
2 oknum TNI keroyok warga Serang Banten (dok. istimewa)

2 Anggota TNI Jadi Tersangka Pengeroyokan Warga Hingga Tewas di Serang Ditahan di Denpom III/4

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved