Panduga.id
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Berita Eksklusif
  • Lainnya
    • Viral
    • UMKM
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Pilkada
    • Bisnis
No Result
View All Result
Panduga.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Terungkap, Ahli Usulkan Klasifikasi Baru antara Badak Jawa dan Badak India

CC-01 by CC-01
16 Maret 2025
in Nasional
0
Badak Jawa (dok. BKSDA Jawa Timur)

Badak Jawa (dok. BKSDA Jawa Timur)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsApp

PANDUGA.ID, SEMARANG – Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh zoolog Francesco Nardelli dan paleontolog Kurt Heißig mengungkap perbedaan signifikan dalam penampilan dan perilaku dua spesies badak bercula satu di Asia, yaitu badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak India (Rhinoceros unicornis). Temuan ini menantang klasifikasi yang telah lama diterima dan mendorong evaluasi ulang status kedua spesies tersebut.

Perbedaan Morfologi dan Adaptasi

Badak Jawa, yang berstatus Kritis (Critically Endangered), memiliki tengkorak lebih ramping, bagian belakang kepala lebih lebar dan rendah, serta hidung dan gigi lebih pendek. Karakteristik ini cocok untuk memakan dedaunan, yang menjadi makanan utama mereka.

Sebaliknya, badak India memiliki tengkorak lebih kokoh dan gigi lebih tinggi, yang beradaptasi untuk merumput di padang rumput. “Adaptasi mamalia darat besar terhadap lingkungan terkait dengan variasi makanan yang dikonsumsi, tercermin dalam perbedaan morfologi gigi dan tengkorak mereka,” tulis para peneliti dalam makalah yang diterbitkan di jurnal ZooKeys.

Karakteristik Unik Badak Jawa dan India

Badak Jawa, yang kini hanya ditemukan di Semenanjung Ujung Kulon, memiliki kulit unik berpola poligonal dan betina tanpa cula — karakteristik yang tidak ditemukan pada badak lain yang masih hidup. Spesies ini cenderung hidup menyendiri dan merupakan pemakan dedaunan.

Sementara itu, badak India hidup di padang rumput aluvial di India utara dan Nepal. Dengan lipatan kulit yang dalam dan tubuh lebih berat, badak India berukuran jauh lebih besar dibandingkan badak Jawa. Badak India hanya kalah besar dari gajah dan badak putih, dengan jantan berbobot lebih dari 2.000 kg dan betina mencapai 1.600 kg.

Perbedaan Perilaku dan Evolusi

Perilaku kedua spesies ini juga sangat berbeda. Badak Jawa cenderung hidup menyendiri, sementara badak India membentuk kelompok sementara. Bukti fosil menunjukkan bahwa perbedaan ini berkembang secara independen dalam rentang waktu yang sangat lama.

“Kedua spesies memiliki adaptasi unik untuk bertahan hidup, yang menekankan pentingnya memahami sistematika mereka demi konservasi yang efektif,” tulis para peneliti.

Usulan Klasifikasi Baru

Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan mengusulkan nama ilmiah yang lebih akurat untuk badak Jawa: Eurhinoceros sondaicus. “Menetapkan Eurhinoceros sondaicus sebagai genus yang terpisah memberikan gambaran lebih akurat tentang sejarah evolusi dan spesialisasi ekologinya,” tulis para peneliti.

Klasifikasi baru ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang evolusi badak dan menyediakan kerangka kerja yang lebih jelas untuk perencanaan konservasi. “Ini membantu merancang strategi perlindungan yang lebih efektif bagi hewan yang sangat terancam punah ini,” kata para peneliti.(CC-01)

Tags: Badak IndiaBadak JawaEurhinoceros sondaicusRhinoceros sondaicusRhinoceros unicornis
Previous Post

Komisi Kejaksaan Kritik Draf Revisi RUU KUHAP Hapus Kewenangan Penyidikan Korupsi

Next Post

Kantor Kontras Diintimidasi OTK Pasca Protes Revisi UU TNI di Fairmont Hotel Jakarta

Related Posts

Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto disorot Komisi III DPR terkait penetapan Hogi Minaya sebagai tersangka usai mengejar penjambret. (dok. istimewa)
Breaking News

Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum

29 Januari 2026
TNI melalui Kodim 0501/Jakarta Pusat memberi bantuan kepada Suderajat, pedagang es gabus korban kekerasan di Kemayoran. (dok. istimewa)
Nasional

TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin

29 Januari 2026
Bupati Pati Sudewo (dok. istimewa)
Breaking News

KPK Geledah Kantor KSPPS Artha Bahana Syariah di Pati, Angkut Lima Koper Barang Bukti

25 Januari 2026
Polda Jabar mencatat 10 kantong jenazah korban longsor Cisarua Bandung Barat berada di pos DVI. (dok. istimewa)
Nasional

Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Kantong Jenazah di Pos DVI, Enam Teridentifikasi

25 Januari 2026
Next Post
Satpam Fairmont laporkan kericuhan saat rapat Panja RUU TNI ke Polda Metro Jaya. (dok. istimewa)

Kantor Kontras Diintimidasi OTK Pasca Protes Revisi UU TNI di Fairmont Hotel Jakarta

Discussion about this post

Tentang Kami

Panduga.id

Panduga.id adalah media digital Indonesia yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang diatur oleh Pemerintah Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lain”
Pimpinan Redaksi – Agung Wisnu

Berita Terkini

  • Modus Baru Penipuan: SMS Denda Tilang Catut Nama Kejaksaan Beredar di Semarang
  • Wakil Ketua DPRD Bersama Aparat Diduga Intimidasi SMAN 2 Kudus Sebelum Terjadi Keracunan Massal MBG
  • Kapolres Sleman Disorot Komisi III DPR soal Kasus Hogi Minaya, Diminta Hentikan Proses Hukum
  • TNI Beri Bantuan ke Pedagang Es Gabus Korban Kekerasan di Kemayoran, Babinsa Dihukum Disiplin
  • Apa Itu Wabah Virus Nipah? Ini Gejala dan Tingkat Kematian yang Tinggi

Panduga Video

  • Iklan
  • Karir
  • Contact Us
  • Redaksi

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Breaking News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Pilkada
  • Berita Eksklusif
  • UMKM
  • Viral
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Bisnis

Copyright: @ 2025 Panduga.id. All right reserved