PANDUGA.ID, JAKARTA – SanDisk resmi mengakhiri lini solid-state drive (SSD) WD Blue dan WD Black, menandai perombakan produk besar pertama sejak bisnis penyimpanan Western Digital dipisah menjadi dua perusahaan terpisah.
Ke depan, seluruh produk SSD akan dipasarkan di bawah merek SanDisk, sementara Western Digital akan memfokuskan bisnisnya pada hard disk, khususnya untuk pasar NAS dan data center. Informasi ini dikutip dari TechSpot, Senin (12/1/2026).
Dampak Pemisahan Bisnis Western Digital–SanDisk
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pemisahan korporasi pada 2023, yang secara efektif membalikkan akuisisi SanDisk oleh Western Digital senilai US$ 19 miliar pada 2015.
Saat itu, kedua perusahaan digabungkan untuk mengonsolidasikan teknologi hard disk dan memori flash. Namun pasca pemisahan, Western Digital kini fokus pada penyimpanan berbasis piringan, sedangkan SanDisk sepenuhnya menangani solusi penyimpanan berbasis flash.
Lini Baru: SanDisk Optimus Gantikan WD Blue dan WD Black
Dalam pengumuman resminya, SanDisk menyebut seluruh SSD WD Blue dan WD Black akan digantikan oleh lini baru bernama SanDisk Optimus. Beberapa perubahan nama produk di antaranya:
-
WD Blue SN5100 → SanDisk Optimus 5100
-
WD Black SN7100 → SanDisk Optimus GX 7100
-
WD Black SN850X → SanDisk Optimus GX Pro 850X
-
WD Black SN8100 → SanDisk Optimus GX Pro 8100
Lini Optimus dirancang untuk mencakup seluruh segmen, mulai dari entry-level hingga performa tinggi.
Spesifikasi Tetap, Branding Berubah
Meski terjadi perubahan merek dan penamaan, SanDisk menegaskan tidak ada perubahan signifikan pada spesifikasi maupun arsitektur perangkat keras SSD.
Seluruh model SanDisk Optimus menggunakan antarmuka NVMe, dengan perbedaan utama terletak pada jenis NAND dan kelas performa:
-
Optimus 5100 (entry-level): menggunakan NAND QLC, fokus pada kapasitas besar
-
Optimus GX 7100 (kelas menengah): memakai NAND TLC untuk keseimbangan performa dan daya tahan
-
Optimus GX Pro 8100 (kelas atas): mendukung PCIe 5.0 dan dilengkapi DRAM cache khusus
-
Optimus GX Pro 850X: masih berbasis PCIe 4.0, namun tetap membawa DRAM cache
Untuk model tanpa DRAM, SanDisk mengandalkan teknologi Host Memory Buffer (HMB) yang memanfaatkan sebagian RAM sistem sebagai cache.
Transisi Software ke SanDisk Dashboard
Seiring perubahan ekosistem, pengguna kini diarahkan menggunakan aplikasi SanDisk Dashboard untuk manajemen perangkat SSD.
Sebelumnya, Western Digital telah menghentikan WD Dashboard pada 2025, menandai peralihan penuh dukungan SSD ke ekosistem SanDisk.
Langkah ini mempertegas strategi baru SanDisk sebagai pemain utama di pasar penyimpanan berbasis flash, sementara Western Digital mengonsolidasikan posisinya di pasar hard disk dan data center.






Discussion about this post